religi

4 Seni Gamelan Peninggalan Sunan Kalijaga, Sarat Makna Filosofis Sesuai dengan Suaranya, Untuk Penyebaran Agama Islam

Jumat, 14 Juni 2024 | 14:48 WIB
4 seni gamelan warisan Sunan kalijaga yang memiliki makna sesuai bunyi yang dihasilkannya. (pixabay.com)

Namun tampaknya mendapatkan penyempurnaan oleh Sunan Kalijaga sehingga bentuknya seperti yang sekarang.

Baca Juga: Pembangunan Dibiayai Hasil Ngutang Dari Uni Soviet dan Korbankan 4 Desa, Kini Kemegahan Stadion Gelora Bung Karno Membuat Pelatih Filipina Bengong

Alat musik kendang biasanya dimainkan dengan ditepuk dengan menggunakan kedua tangan dengan irama tertentu. Biasanya sebagai pembuka dan penutup sebuah lagu atau gendhing.

Bila dibunyikan dengan ditepuk, kendang berbunyi tak ndang, tak ndang. Sesuai dengan bunyinya, dalam Bahasa Jawa tak ndang berarti segeralah datang.

4. Genjur

Genjur berbentuk mirip dengan kempul namun lebih besar, terbuat dari perunggu.

Baca Juga: Kisah Tongkat Komando Bung Karno, Terbuat dari Kayu Langka di Pegunungan Jawa Timur, Bisa Menangkal Tembakan Sniper?

Alat musik genjur ini dibunyikan dengan cara dipukul menggunakan kayu yang dililit kain berukuran besar.

Bila dibunyikan, genjur akan berbunyi nggur, yang berarti njegur. Makna filosofinya adalah segera masuk ke dalam masjid.

Bila diartikan, keempat jenis alat musik peninggalan Sunan Kalijaga ini saat dibunyikan dalam sebuah harmoni memiliki makna filosofis yang mendalam. 

Baca Juga: Hanya Menerima 10 Pembeli Saja, Restoran Unik di Yogyakarta Ini Sajikan Menu Khas Dari Resep Warisan Bung Karno

Maksudnya adalah orang-orang yang di sana dan di sini, senyampang masih ada kesempatan (masih hidup), bersegeralah untuk datang ke masjid saat panggilan sholat datang.

Itu tadi, makna 4 jenis seni gamelan warisan Sunan Kalijaga yang ternyata sarat makna filosofis, mengajak umat untuk menjalankan sholat 5 waktu di masjid.*** 

Halaman:

Tags

Terkini