Minggu, 19 Juli 2026

Di Balik Rasa Manis Gudeg Yogyakarta, Ternyata Ada Sejarah yang Pahit

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Selasa, 11 Juni 2024 | 21:17 WIB
Kenapa masakan Jogja seperti gudeg rasanya manis? (SketsaNusantara.id/Siti Nurlaela Hanifah)
Kenapa masakan Jogja seperti gudeg rasanya manis? (SketsaNusantara.id/Siti Nurlaela Hanifah)

SketsaNusantara.id - Bagi penggemar kuliner Nusantara, pastinya telah mencicipi beragam masakan dengan cita rasa khas unik dan berbeda-beda.

Seolah, tiap masakan dari wilayahnya membentuk identitas yang sering dikaitkan dengan karakteristik masyarakatnya.

Salah satunya adalah ciri khas masakan manis ala gudeg Yogyakarta atau Jogja.

Baca Juga: Bisa Keliling Yogyakarta Gratis! Simak Tutorial Pesan Bus Jogja Heritage Track, Lengkap dengan Rute dan Jadwalnya

Bagi perantau di wilayah Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta, kesan pertama yang sangat mencolok adalah rasa masakannya yang cenderung manis.

Bisa dibilang, bukan hanya gudeg, karena rata-rata masakan di wilayah Yogyakarta rasanya cenderung manis.

Ternyata, ada sejarah pahit di balik kebiasaan mengolah masakan dengan cita rasa manis tersebut.

Baca Juga: Grojogan Watu Purbo, Destinasi Wisata Hits di Yogyakarta yang Bikin Betah dan Gamau Pulang!

Dilansir SketsaNusantara.id dari unggahan akun TikTok @gejapramono, karakteristik masakan manis itu adalah cara bertahan hidup orang di masa lalu.

Misalnya, masakan gudeg dengan olahan sayur nangka hingga lauknya yang serba manis itu adalah cara masyarakat Yogyakarta di masa lalu untuk bertahan hidup.

Akarnya adalah Sistem Tanam Paksa atau Cultuurstelsel yang diterapkan Pemerintah Kolonial pada tahun 1830 di Pulau Jawa.

Sistem ini diterapkan di bawah kepemimpinan Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch.

Tujuannya untuk meningkatkan pendapatan pemerintah kolonial yang saat itu mengalami kesulitan keuangan akibat perang di Eropa.

Masyarakat pribumi dipaksa menanam sejumlah komoditas pertanian seperti kopi, teh, tebu, tembakau, nila, dan kakao.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X