Namun tampaknya mendapatkan penyempurnaan oleh Sunan Kalijaga sehingga bentuknya seperti yang sekarang.
Alat musik kendang biasanya dimainkan dengan ditepuk dengan menggunakan kedua tangan dengan irama tertentu. Biasanya sebagai pembuka dan penutup sebuah lagu atau gendhing.
Bila dibunyikan dengan ditepuk, kendang berbunyi tak ndang, tak ndang. Sesuai dengan bunyinya, dalam Bahasa Jawa tak ndang berarti segeralah datang.
4. Genjur
Genjur berbentuk mirip dengan kempul namun lebih besar, terbuat dari perunggu.
Alat musik genjur ini dibunyikan dengan cara dipukul menggunakan kayu yang dililit kain berukuran besar.
Bila dibunyikan, genjur akan berbunyi nggur, yang berarti njegur. Makna filosofinya adalah segera masuk ke dalam masjid.
Bila diartikan, keempat jenis alat musik peninggalan Sunan Kalijaga ini saat dibunyikan dalam sebuah harmoni memiliki makna filosofis yang mendalam.
Maksudnya adalah orang-orang yang di sana dan di sini, senyampang masih ada kesempatan (masih hidup), bersegeralah untuk datang ke masjid saat panggilan sholat datang.
Itu tadi, makna 4 jenis seni gamelan warisan Sunan Kalijaga yang ternyata sarat makna filosofis, mengajak umat untuk menjalankan sholat 5 waktu di masjid.***
Artikel Terkait
Fakta Menarik Fuad Bawazier Eks Menkeu Orba yang Kini Didaulat Jadi Komisaris Utama MIND ID, Namanya Muncul dalam Drama Pelengseran Gus Dur?
Di Balik Rasa Manis Gudeg Yogyakarta, Ternyata Ada Sejarah yang Pahit
Sejarah Mogok Kerja di Indonesia Ternyata Dimulai Dari Negeri Ibunda Nathan Tjoe A On Ini, Begini Kisah Lengkapnya