SketsaNusantara.id - Puasa Asyura merupakan amalan sunnah yang sering kali dibahas ulama dalam sebuah kajian ilmu, termasuk oleh Buya Yahya.
Disebutkan dalam sebuah hadits kalau sebaik-baiknya puasa setelah bulan Ramadhan adalah puasa di bulan Muharram.
Dalam bulan pertama di kalender Hijriah ini Buya Yahya menyebutkan kalau ada banyak keutamaan puasa Asyura.
Dalam pandangan umat Yahudi, hari Asyura merupakan hari agung, sehingga juga dilaksanakan puasa.
Namun, hal ini akan berbeda dan ada hal membedakan umat Muslim dengan Yahudi, yaitu adanya puasa Tasua atau puasa Muharram lainnya.
Buya Yahya menyinggung soal pertanyaan dalam sebuah kajian tentang hukum qadha puasa Asyura.
Baca Juga: Masih Gerak Setelah Disembelih, Apakah Kurban Tetap Sah? Simak Penjelasan Lengkap dari Buya Yahya!
Mungkin sebagian osaudara muslim pernah mendengar pendapat sejumlah ulama tentang kaidah tersebut.
Kalau puasa Ramadhan terlewat sehari, jelas harus mengganti di hari lain karena hukumnya puasa wajib jadi harus diqadha.
Lalu, bagaimana dengan puasa Asyura atau puasa 10 Muharram? Bolehkah puasa Ayura diqadha?
"Dalam hal ini ulama berbeda pendapat kuat sekali perbedaan dalam hal itu, termasuk madzhab kita Imam Syafi'i," ujar Buya Yahya, dikutip SketsaNusantara.id dari YouTube Al-Bahjah TV, 26 Juli 2023.
Buya Yahya membahas tentang beberapa pendapat para ulama terdahulu yang memandang penting tentang kaidah yang berlaku.