SketsaNusantara.id - Setiap datang Bulan Suro, yang dalam kalender Hijriah dikenal sebagai Muharram, selalu muncul berbagai anggapan negatif.
Di sebagian masyarakat Jawa, bulan ini dianggap membawa kesialan. Tak sedikit yang menunda pernikahan, menahan hajatan, atau bahkan merasa takut memulai sesuatu yang besar.
Padahal dalam Islam, Bulan Muharram adalah salah satu dari 4 Bulan Haram, yakni bulan-bulan suci yang dimuliakan oleh Allah.
Dalam sebuah ceramah yang diunggah di kanal YouTube Buya Yahya Official, ulama ini memberikan klarifikasi penting tentang kesalahpahaman terhadap Bulan Suro.
Berikut 7 poin utama penjelasan Buya Yahya:
1. Bulan Suro Itu Bukan Bulan Petaka
Buya Yahya menyayangkan anggapan bahwa Bulan Suro adalah waktu datangnya musibah atau celaka.
Menurut beliau, itu adalah prasangka buruk kepada Allah (su’uzon), karena semua bulan adalah baik dan tak ada bulan yang diciptakan untuk membawa petaka.
"Semuanya bulan itu adalah bulan baik, bulan mulia. Selesai. Gak ada. Jangan percaya yang demikian itu," tegas Buya Yahya.
2. Suro = Muharram, Termasuk Bulan Haram yang Dimuliakan
Dalam Islam, terdapat 4 Bulan Haram yang dimuliakan, dan Muharram (Suro) termasuk di antaranya. Jadi, menyebutnya bulan sial justru bertentangan dengan nilai-nilai agama.
Baca Juga: Seribu Personel Dikerahkan, Polres Jember pastikan Kegiatan Suro PSHT Kondusif
Artikel Terkait
Makam Keramat Ki Ageng Balak, Asal-usul Nama hingga Adanya Tradisi Pulung Langse pada Akhir Bulan Suro
6 Fakta Pernikahan Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid 26 Juli 2024: Akad Bulan Suro hingga Jokowi-Bamsoet jadi Saksi
Apa Makna Suro Diro Jayaningrat Lebur Dening Pangastuti? Salah Satu Petuah dari Sunan Kalijaga yang Penuh Filosofis dan Penuh Makna
Keindahan Wisata Alam di Balik Jujugan Malam Satu Suro! Lokasi Pantai Sine, Tempat Tersyahdu di Tulungagung untuk Liburan Tahun Baru 2025
Mencicipi Gurihnya Bubur Suro, Takjil Bulan Puasa yang Hanya Ada di Tuban, Kuliner Warisan Sunan Bonang