SketsaNusantara.id - Menyikapi perang Iran dan Israel yang masih berlangsung, banyak umat Islam di Indonesia menghadapi dilema dalam memberikan dukungan mereka kepada Iran.
Pasalnya, ada perbedaan akidah di antara mayoritas rakyat Indonesia dengan masyarakat Iran.
Sebagian besar muslim Indonesia menganut ajaran Sunni. Sementara itu, mayoritas penduduk Iran menganut ajaran Syiah.
Syiah dan Sunni sendiri merupakan dua aliran dalam agama Islam yang muncul usai wafatnya Nabi Muhammad Saw pada 632 Masehi.
Dalam ajaran Syiah, Khalifah atau pemimpin umat Islam yang menggantikan Nabi harus berasal dari garis keturunannya.
Sementara itu, penganut Sunni mengikuti sunnah Rasulullah, yaitu memilih pemimpin berdasarkan kesepakatan bersama.
Perbedaan ini pun tak jarang membuat penganut Sunni dan Syiah cekcok sejak dalam dulu.
Hal inilah yang menyebabkan banyak muslim di Indonesia bingung harus bersikap seperti apa terhadap penyerangan Iran terhadap Israel.
Haruskah muslim Indonesia tetap mendukung Iran? Atau ada batasan dalam memberikan dukungan kepada negara tersebut?
Baca Juga: Turis Asing Ramai-Ramai Kabur dari Israel, Peringatan Iran: Rezim Zionis akan Membayar Kejahatannya!
Menjawab pertanyaan ini, Buya Yahya membahasnya lewat video yang diunggah di kanal YouTube Al-Bahjah TV pada tanggal 21 Juni 2025.
Artikel Terkait
Zionis Israel Bombardir Iran, Tapi Gaza Terus Menjadi Ladang Kematian: Lebih dari 274 Tewas, Ribuan Luka-Luka
Dedengkot Zionis Israel Akhirnya Keluar dari Bungker Persembunyian, Netanyahu Kunjungi Kota Rusak dan Ancam Iran di Depan Publik
Ancaman Radiasi Nuklir dan Korban Massal: Konflik Iran-Zionis Israel Masuki Titik Paling Gawat
Berapa Jumlah WNI di Iran dan Israel? Ini Kondisi Mereka saat Serangan Zionis dan Bandara Tel Aviv Ditutup
386 WNI Terjebak di Iran saat Serangan Teroris Zionis Israel Meningkat, Pemerintah RI Siapkan Rencana Evakuasi Diam-Diam