Minggu, 19 Juli 2026

Ternyata Ini 3 Sifat yang Membuat Seseorang Jadi Waliyullah, Bukan karena Banyaknya Sholat seperti yang Sering Dikira Banyak Orang

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 7 Juni 2025 | 15:00 WIB
Ilustrasi, tanda-tanda seseorang menjadi waliyullah. (Pexels/ Mo Eid )
Ilustrasi, tanda-tanda seseorang menjadi waliyullah. (Pexels/ Mo Eid )

SketsaNusantara.id - Selama ini kita mungkin beranggapan bahwa seseorang yang menjadi waliyullah alias kekasih Allah adalah mereka yang paling banyak sholat, puasa, atau ibadah-ibadah lainnya secara lahiriah.

Namun, seorang ulama besar asal Kalimantan Selatan, Abah Guru Sekumpul, mengungkapkan sesuatu yang mengejutkan dan menggugah hati.

"Para waliyullah (wali Allah) menjadi seorang wali bukan karena banyaknya sholat mereka tapi karena 3 sifat ini," ujar Abah Guru Sekumpul.

Baca Juga: Hati-Hati Bisa Gila! Jangan Tidur di 3 Waktu Ini, Risiko Bisa Stres, Miskin, hingga Perubahan Akhlak Menurut Abah Guru Sekumpul

Dilansir SketsaNusantara.id dari unggahan akun Instagram @jumnah7345, tiga sifat itu adalah: jiwa pemurah, hati yang bersih dari penyakit, dan jiwa yang pemaaf.

1. Jiwa Pemurah: Kunci Kelapangan Rezeki dan Keberkahan

Sifat pertama yang disebut adalah jiwa pemurah. Menjadi dermawan tidak hanya berarti memberikan harta, tetapi juga bersikap lapang terhadap sesama, tidak pelit dalam ilmu, tenaga, dan perhatian.

Sifat tersebut mencerminkan keterhubungan yang kuat dengan sesama manusia. yang dalam Islam merupakan bagian dari hubungan vertikal dengan Allah.

Baca Juga: Amalan 7 Kali agar Terhindar dari Kecelakaan dan Musibah Ijazah Abah Guru Sekumpul, Baca Sebelum Keluar Rumah

Pemurah adalah manifestasi dari rasa syukur. Mereka yang mampu berbagi meski dalam keterbatasan diyakini Allah sebagai hamba yang telah merasakan manisnya iman. Dan dalam banyak kisah para wali, kemurahan hati mereka menjadi sebab datangnya pertolongan Allah.

2. Hati yang Bersih dari Penyakit Batin: Bebas dari Iri, Dengki, dan Riya

Sifat kedua yang disebut Abah Guru Sekumpul adalah bersihnya hati dari berbagai penyakit hati. Penyakit seperti iri, dengki, ujub (bangga diri), dan riya (pamer ibadah) adalah racun spiritual yang menghancurkan nilai ibadah.

Hati yang bersih justru menjadi tempat bersemayamnya cahaya Ilahi. Dalam berbagai kisah sufi dan wali, mereka dikenal karena kejernihan hatinya dalam melihat dunia dan tidak pernah menyimpan dendam atau kebencian, bahkan terhadap orang yang memusuhi mereka.

3. Jiwa yang Pemaaf: Jalan Terpendek Menuju Ketentraman

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: Instagram @juminah7345

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X