Kamis, 4 Juni 2026

Hati-Hati Bisa Gila! Jangan Tidur di 3 Waktu Ini, Risiko Bisa Stres, Miskin, hingga Perubahan Akhlak Menurut Abah Guru Sekumpul

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Kamis, 5 Juni 2025 | 05:00 WIB
Ilustrasi, nasihat Abah Guru Sekumpul tentang 3 larangan waktu tidur. (Pexels/Pixabay)
Ilustrasi, nasihat Abah Guru Sekumpul tentang 3 larangan waktu tidur. (Pexels/Pixabay)

SketsaNusantara.id - Banyak nasihat para ulama yang sering kali terlupakan. Padahal, semua itu sarat makna dan dampaknya sangat besar dalam kehidupan.

Salah satunya datang dari ulama kharismatik asal Kalimantan Selatan, Abah Guru Sekumpul. Beliau memberi peringatan mengenai 3 waktu tidur yang sebaiknya dihindari oleh umat Islam.

Abah Guru Sekumpul menekankan pentingnya menjaga waktu tidur. Menurut beliau, tidur pada 3waktu tertentu dapat berdampak serius terhadap kondisi mental, spiritual, dan bahkan rezeki seseorang.

Baca Juga: Amalan 7 Kali agar Terhindar dari Kecelakaan dan Musibah Ijazah Abah Guru Sekumpul, Baca Sebelum Keluar Rumah

Dilansir dari unggahan akun Instagram @Juminah7345, berikut ini adalah 3 waktu yang tidak dianjurkan untuk tidur.

1. Tidur Setelah Ashar: Bisa Menjadi Gila atau Stres

Waktu pertama yang dihindari untuk tidur adalah setelah salat Ashar. Kalau tidur sesudah Ashar pasti akan gila atau stres. Meskipun terdengar mengerikan, nasihat ini memiliki makna dalam yang berkaitan dengan ritme tubuh dan kestabilan jiwa.

Secara ilmiah, tidur di sore hari dapat mengganggu pola tidur malam. Tubuh menjadi lesu, otak sulit fokus, dan emosi cenderung tidak stabil.

Baca Juga: 3 Amalan Sebelum Tidur Ijazah Abah Guru Sekumpul agar Rumah Aman dari Santet, Pencuri, dan Diberi Karunia Mimpi Bertemu Rasulullah SAW

Dalam perspektif spiritual, waktu sore dianggap sebagai waktu aktivitas, bukan waktu istirahat.

2. Antara Magrib dan Isya: Perubahan Akhlak yang Mengerikan

Waktu kedua yang diingatkan adalah tidur di antara Magrib dan Isya. Kebiasaan ini bisa mengubah akhlak seseorang menjadi seperti golongan Yahudi dan Nasrani.

Maksud dari pernyataan ini bukan untuk mendiskreditkan umat agama lain, melainkan sebuah simbolisasi bahwa tidur di waktu tersebut bisa menjauhkan seseorang dari kesalehan dan nilai-nilai Islam.

Secara sosial, waktu Magrib hingga Isya juga dikenal sebagai waktu keluarga dan ibadah. Tidur di saat ini dapat menjadikan seseorang lalai dari kewajiban agama dan interaksi sosial.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: Instagram @juminah7345

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X