SketsaNusantara.id - Bicara soal wayang kulit tentunya tidak dapat lepas dari sosok Sunan Kalijaga.
Salah satu tokoh penting dalam Wali Songo itu kerap disebut sebagai master jenius yang merevolusi seni wayang dari era Jawa kuno menjadi konsep hiburan yang sarat filosofi dan kental ajaran Islam.
Namun, untuk menjadikan wayang kulit sebagai media dakwah yang tidak meninggalkan perannya sebagai seni hiburan tidaklah mudah.
Bahkan, proses merancang wayang kulit sebagai media dakwah dan hiburan rakyat pun tidak sederhana karena harus melewati diskusi panjang dari para anggota Wali Songo bersama Sultan Demak pertama, yakni Raden Patah.
KH Agus Sunyoto dalam buku Atlas Wali Songo menuliskan bahwa Raden Patah sangat menggemari kesenian wayang, sama seperti rakyat pada umumnya di masa itu.
Namun, sebagai seorang pemimpin dan ulama yang dituntut memiliki kepekaan membaca fenomena sosial, tentu saja harus ada pertimbangan matang untuk mengembangkan kesenian wayang agar sesuai dengan ajaran Islam.
Oleh karena itu, setelah melalui proses diskusi dan pertimbangan dengan anggota Wali Songo, ada 9 pendapat yang menjadi pondasi wayang kulit sebagai alat dakwah Islam.
1. Seni wayang perlu dan dapat diteruskan, asal diadakan perubahan-perubahanyang sesuai dengan zaman yang sedang berlaku.
2. Kesenian wayang dapat dijadikan alat media dakwah Islam yang baik.
3. Bentuk wayang diubah, bagaimana dan dibuat dari apa, terserah, asal tidaklagi berwujud seperti arca-arca yang mirip manusia.
4. Cerita-cerita dewa harus diubah dan diisi paham yang mengandung jiwa Islam untuk membuang kemusyrikan.
Artikel Terkait
Asal Usul Istilah Dalang dalam Wayang Kulit, Salah Satu Warisan Budaya yang Telah Diakui UNESCO
Apa Arti Kelir dalam Wayang Kulit? Salah Satu Media Utama yang Tidak Boleh Terlewat dalam Pementasan Wayang
Kenapa Pentas Wayang Kulit Sering Dimainkan Malam Hari? Ada Pesan Penting dari Sunan Kalijaga
5 Tokoh Wayang Kulit Populer dan Dampaknya di Kehidupan Nyata, Bikin Hidup Makin Bijak
Kisah Tragis Buto Cakil, Karakter Wayang Kulit Asli Jawa yang Selalu Mati Konyol, Ternyata Anak Hasil Perbuatan Bejat Arjuna