Minggu, 19 Juli 2026

Jarang Diketahui, Kisah Putra Sunan Kalijaga Jadi Murid Syekh Siti Jenar dan Membawa 2 Anjing ke Masjid lalu Dihukum Bakar Hidup-Hidup di Demak

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 15 Februari 2025 | 08:00 WIB
Ilustrasi, putra Sunan Kalijaga dihukum dibakar hidup-hidup. (Pexels/Jens Mahnke)
Ilustrasi, putra Sunan Kalijaga dihukum dibakar hidup-hidup. (Pexels/Jens Mahnke)

SketsaNusantara.id - Sunan Kalijaga dikenal sebagai salah satu Wali Songo dengan metode dakwah yang luas.

Ia tidak hanya berdakwah melalui tembang dan wayang, tetapi juga mengajarkan politik, pertanian, hingga nilai-nilai tasawuf.

Oleh karena itu, kisahnya tersebar di berbagai daerah di Jawa, baik dalam historiografi maupun cerita rakyat.

Baca Juga: Gus Dur Ungkap Makam Guru Syekh Siti Jenar di Ngawi, Jejak Islam Kejawen yang Terlupakan

Namun, tak hanya Sunan Kalijaga yang dikenal sakti. Putranya, Sunan Panggung, juga memiliki kisah yang tak kalah melegenda.

KH Agus Sunyoto dalam buku Atlas Wali Songo menyebutkan bahwa sang putra berguru kepada Syekh Siti Jenar dan menganut ajaran yang dianggap kontroversial.

Akibatnya, ia dituduh menistakan agama dan dijatuhi hukuman mati oleh sidang Wali Songo.

Baca Juga: Ada Garis Keturunan Sunan Kalijaga dan Syekh Siti Jenar di Gus Dur, Inilah Warisan Toleransi untuk Islam di Nusantara

Salah satu tindakan Sunan Panggung yang dianggap keterlaluan adalah menamai dua anjingnya dengan sebutan Ki Tokid (tauhid) dan Ki Iman, lalu membawanya bermain di dalam masjid.

Perbuatannya dianggap mencoreng kesucian rumah ibadah, sehingga ia dijatuhi hukuman bakar hidup-hidup oleh Sultan Syah Alim Akbar di Demak.

Ketika api mulai membakar tubuhnya, sebuah kejadian tak terduga terjadi. Bukannya menjerit kesakitan, Sunan Panggung justru tetap tenang dan mulai menulis puisi.

Baca Juga: Mirip Syekh Siti Jenar, Tokoh Wayang ini Asli Jawa dan Hanya di Yogyakarta: Sakti Tanpa Tanding dan Menolak Kehidupan Duniawi

Bahkan, ia menyusun sebuah naskah puitis berjudul Suluk Marang Sumirang, yang berisi ajaran spiritual mendalam.

Ia mempersembahkan naskah itu kepada Sultan yang menjatuhkan hukuman padanya.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: Atlas Wali Songo, Agus Sunyoto, Pustaka Iman, Jakarta, 2014

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X