SketsaNusantara.id - Setelah wafatnya Syekh Siti Jenar, Wali Songo membutuhkan satu anggota baru yang dimaksudkan untuk menggantikannya.
Sunan Kalijaga, yang turut serta dalam musyawarah untuk memilih pengganti, mengajukan nama Adipati Semarang, Ki Ageng Pandanaran yang setelahnya dikenal sebagai Sunan Bayat.
Awalnya, para wali lain menolak karena menganggap Ki Ageng Pandanaran adalah seorang yang materialistis.
Meskipun sempat ditolak, Sunan Kalijaga bertekad untuk menyadarkan Ki Ageng Pandanaran.
Dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube JASMERAH Jaz, Ki Ageng Pandanaran terkenal sebagai seorang Adipati kaya raya yang lebih banyak berdagang daripada mengurus pemerintahan.
Suatu hari, seorang penjual rumput datang menawarkan rumput dengan harga sangat murah.
Ki Ageng Pandanaran yang senang dengan harga murah itu, segera membeli tanpa tawar-menawar.
Setelah penjual rumput pergi, ia menemukan bungkusan uang di dalam rumput tersebut yang membuatnya semakin senang.
Keesokan harinya, penjual rumput kembali dengan membawa rumput yang segar.
Setelah mengetahui asal usul penjual rumput yang jauh dari Jabalkat, Ki Ageng Pandanaran merasa penasaran.
Ketika penjual rumput meminta sedekah, Ki Ageng Pandanaran memberinya uang, tetapi penjual rumput hanya meminta bedug dari Semarang.
Artikel Terkait
Dari Umpatan Jadi Simbol Toleransi, Kuliner Favorit Sunan Kudus Ini Punya Sejarah Unik
Caos Dhahar Loro Gendhing Kuliner Kesukaan Sunan Kalijaga, Ternyata Makanan Ini Harus Dibuat Orang Ini…
Pusaka Sakti Sunan Gunung Jati Bisa Datangkan Ribuan Lebah, Turun-temurun dari Prabu Siliwangi Sampai Sunan Kudus?
4 Kuliner Legendaris Bernama Unik Warisan Wali Songo yang Masih Eksis, Ada Favorit Sunan Kudus hingga Sunan Kalijaga
Karomah Sunan Drajat yang Menakjubkan, Sosok Wali Songo yang Utamakan Pendidikan Akhlak