SketsaNusantara.id - Belakangan ini publik digegerkan dengan kejadian viral dari seorang pendakwah yang mengata-ngatai seorang penjual dengan kata kasar.
Perbuatan tersebut tentu tidak diajarkan dalam Islam, apalagi yang mengucapkannya adalah seorang yang dianggap masyarakat punya kapasitas dalam menyampaikan dakwah.
Dari kejadian tersebut, ada banyak hikmah yang dapat dipelajari. Hal itu menjadi pengingat dan penyadar bagi setiap orang agar selalu menjaga lisannya dengan baik.
Terlebih lagi, jika hinaan itu menyangkut profesi alias pekerjaan, atau juga tempat bekerja dari seseorang.
SketsaNusantara.id telah merangkum poin-poin teks Khutbah Jumat Nahdlatul Ulama (NU) terkait tema itu dari situs Kemenag.go.id.
Berikut ini poin-poin ringkasannya:
Baca Juga: Khutbah Jumat NU Tema Hari Guru Nasional 25 November 2024: Guru Hebat, Indonesia Kuat!
1. Islam mengajarkan untuk menjaga lisan dari perkataan buruk, termasuk menjelekkan orang lain atau lembaga tempat bekerja.
2. Menjelekkan orang atau lembaga tempat bekerja termasuk perbuatan tercela dalam Islam.
3. Perbuatan ini dapat menyebabkan kerugian materiil dan non-materiil bagi pihak yang terkait.
Baca Juga: Khutbah Jumat NU Pekan ke-1 November 2024, Pentingnya Iman dan Takwa sebagai Perisai di Era Medsos
4. Kerugian materiil mencakup kehilangan pekerjaan, pelanggan, atau penurunan penjualan.
5. Kerugian non-materiil mencakup hilangnya reputasi, kepercayaan, dan hubungan sosial.
Artikel Terkait
Teks Khutbah Jumat NU 4 Oktober 2024 tentang Cinta Tanah Air, Cocok untuk Peringatan HUT TNI ke-79
Khutbah Jumat NU 11 Oktober 2024 Tema Pilkada 2024, Cara Jadi Pemilih Cerdas
Khutbah Jumat NU Terbaru Tema Pilkada 2024, Pekan ke-2 Oktober: Pemimpin yang Buruk Lahirkan Kebijakan Buruk
Khutbah Jumat NU Jelang Pelantikan Presiden 20 Oktober 2024: Membangun Perdamaian di Tahun Politik
Khutbah Jumat NU Hari Santri Nasional 2024: Pentingnya Mengingat Sejarah Jihad Mengusir Kolonialisme di Nusantara