SketsaNusantara.id - Menjelang pelantikan Prabowo sebagai presiden pada 20 Oktober 2024, Khutbah Jumat Nahdlatul Ulama (NU) yang relevan dapat disampaikan.
Pelantikan Prabowo sebagai presiden terpilih membuka babak baru untuk merajut persatuan di tengah keberagaman politik.
Momen bersejarah ini menjadi panggung untuk membangun kembali dialog dan menciptakan perdamaian nasional.
Di tengah Tahun Politik, pelantikan ini harus dimaknai sebagai kesempatan emas untuk menyatukan perbedaan.
Kepemimpinan baru membawa harapan baru untuk menjadikan persatuan dan harmoni sebagai prioritas bersama.
Artikel ini memuat poin-poin ringkasan teks Khutbah Jumat NU yang kiranya relevan dengan konteks tersebut.
Baca Juga: Khutbah Jumat NU 11 Oktober 2024 Tema Pilkada 2024, Cara Jadi Pemilih Cerdas
Judul teks Khutbah Jumat ini adalah Silaturahim dan Perdamaian di Tahun Politik yang dirangkum SketsaNusantara.id dari NU.or.id.
1. Indonesia harus belajar dari pengalaman di tahun 2019 saat terjadi perpecahan akibat beda pilihan politik.
2. Pengalaman tersebut menunjukkan hal yang tidak sesuai dengan ajaran Islam, yang menekankan sikap silaturahmi dan saling menghormati.
Baca Juga: Teks Khutbah Jumat NU 4 Oktober 2024 tentang Cinta Tanah Air, Cocok untuk Peringatan HUT TNI ke-79
3. Dalam Surat Al-Rad ayat 21, dijelaskan bahwa menjaga silaturahmi dan hubungan baik adalah karakter dari orang cerdas.
4. Keimanan seseorang juga bisa dilihat dari silaturahmi. Hal ini sesuai dengan hadis yang berbunyi:
Artikel Terkait
Ringan tapi Berpahala Besar, 4 Amalan sebelum Tidur, Ustadz Hilman Fauzi: Setara Mengkhatamkan Al Quran
Sholat kok Korupsi? Fahruddin Faiz Jelaskan dari Pandangan Syekh Siti Jenar dan Sunan Kalijaga
Cara Menghadapi Orang yang Keras Kepala alias Suka Ngotot dari Fahruddin Faiz
Amalan Ampuh Wirid Penarik Rezeki Sunan Kalijaga, Langsung Diantarkan
Cuma 2, Ini Amalan yang Dicintai Allah SWT, Buya Yahya: Ibadah Lain Akan Mudah Ditunaikan