Gus Baha menambahkan, dalam satu hadis, Nabi Muhammad SAW menyebutkan bahwa di antara kebaikan umatnya adalah Siyahah fil Ardh, atau semacam pariwisata yang memiliki tujuan spiritual.
Perjalanan ini, dengan niat untuk mengambil pelajaran dan memperkaya hikmah, adalah bagian dari ibadah yang dapat mendekatkan seseorang kepada Allah.
Dalam perspektif Gus Baha, perjalanan tidak hanya mendukung aktivitas ibadah formal, tetapi juga mengajarkan umat untuk lebih memahami dunia, memperkaya kebijaksanaan, dan mengasah kearifan.
Ia menegaskan bahwa perjalanan membuka mata terhadap keragaman budaya dan ciptaan Allah yang berbeda-beda, sehingga seseorang bisa lebih bersyukur atas nikmat yang diberikan.
Lebih dari itu, Gus Baha mendorong umat Islam untuk tidak sekadar menjalankan ibadah di tempat suci, tetapi juga mengisi perjalanan dengan niat yang benar.
Perjalanan atau “jalan-jalan” memiliki makna yang lebih dalam dari sekadar hiburan.
Pengalaman tersebut adalah kesempatan untuk mendalami iman, memperkaya hikmah, dan mengenal berbagai ciptaan Allah.
Dengan inspirasi dari perjalanan para nabi, umat Islam bisa menemukan nilai ibadah di setiap langkah perjalanan mereka.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Ijazah Qulhu 100x Jimat Keberuntungan: Ternyata Ini Keuntungan dari Amalan yang Disampaikan Gus Baha
Sembuh Jalur Langit, Amalan Gus Baha Bagi Orang yang Sedang Sakit, Baca Surat Berikut Sebanyak 7 Kali
Solusi Kocak Gus Baha Agar Mudah Bangun untuk Sholat Subuh: Pilih Muadzin...
Ganjarannya Surga! Gus Baha Berikan Amalan Dzikir Sederhana, Cuma 2 Kata
Kekhawatiran Hidup Lenyap! Baca Dzikir Pendek Amalan Gus Baha, Pahalanya Setara Dzikir Semalaman