Kamis, 4 Juni 2026

Doyan Traveling? Gus Baha Ungkap Makna Rekreasi yang Sejalan dengan Makna Perjalanan Para Nabi

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Kamis, 14 November 2024 | 05:00 WIB
Gus Baha menjelaskan tentang makna traveling atau jalan-jalan, yang ternyata juga menjadi bagian perjalanan spiritual para nabi. (Facebook.com/Deck Rara)
Gus Baha menjelaskan tentang makna traveling atau jalan-jalan, yang ternyata juga menjadi bagian perjalanan spiritual para nabi. (Facebook.com/Deck Rara)

SketsaNusantara.id - K.H. Ahmad Bahauddin Nursalim, atau yang akrab disapa Gus Baha, menyampaikan pandangan menarik tentang traveling, perjalanan atau “jalan-jalan” dalam perspektif Islam.

Perjalanan bukan sekadar aktivitas fisik atau rekreasi semata, tetapi bisa menjadi ibadah yang memperkaya makna spiritual.

Gus Baha menjelaskan, “Tidak ada nabi kecuali di antara ibadahnya itu jalan-jalan.”

Baca Juga: Sedikit-Sedikit Bilang Langsung Niru Kanjeng Nabi? Gus Baha Sampaikan Pesan dari Mbah Moen: Banyak yang Anti Wasilah

Artinya, hampir semua nabi dalam sejarah pernah melakukan perjalanan, dan kegiatan tersebut diakui sebagai bagian dari ibadah mereka.

Dilansir SketsaNusantara.id dari video YouTube @hendriher5069, Gus Bah mengutip ayat Al-Qur'an, “Fasiiru Fil Ardh,” yang bermakna ajakan untuk “berjalan di muka bumi.”

Jadi, ada makna penting dari perjalanan dalam kehidupan para nabi sebagai sarana memperluas pandangan, menambah hikmah, serta memahami keberagaman ciptaan Allah.

Baca Juga: Nasihat Gus Baha: Inilah Penyebab Kesengsaraan Hidup, Maka Kenalilah Musuhmu

Sebagai contoh, Rasulullah Muhammad SAW pernah melakukan perjalanan ke wilayah Syam, meskipun beliau berasal dari Makkah.

Gus Baha menekankan bahwa Rasulullah tidak hanya sekadar bepergian, tetapi juga belajar dari lingkungan baru serta manusia dengan karakter beragam yang ditemui sepanjang perjalanan.

Nabi Ibrahim juga melakukan perjalanan dari Syam hingga ke Makkah.

Baca Juga: Didoakan Malaikat, Amalan Gus Baha Agar Rezeki Melimpah, Lakukan Hal Ini Saat Subuh

Menurut Gus Baha, ini adalah contoh nyata bahwa para nabi melakukan perjalanan bukan hanya untuk berinteraksi dengan manusia lainnya.

Perjalanan tersebut juga sebagai bentuk refleksi spiritual untuk memperdalam iman.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X