SketsaNusantara.id - Minggu, 20 Oktober 2024, Indonesia menyaksikan pelantikan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sebagai pemimpin yang baru.
Momen bersejarah ini menandai dimulainya babak baru dalam perjalanan bangsa.
Harapan besar dititipkan kepada pasangan terpilih untuk membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih sejahtera, adil, dan berdaulat.
Dalam prosesi yang khidmat dan penuh makna, janji-janji perubahan serta komitmen untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa diungkapkan.
Indonesia yang majemuk ini hanya dapat maju bila seluruh elemen masyarakat bersatu padu.
Sebagai umat Islam yang juga bagian dari rakyat Indonesia, menjaga persatuan dan kesatuan bangsa adalah kewajiban yang utama.
Dalam pandangan Islam, kepemimpinan adalah amanah yang harus didukung demi terciptanya kebaikan bersama. Rasulullah SAW mengajarkan pentingnya mendoakan pemimpin agar diberi hidayah dan kemampuan untuk memimpin dengan adil.
Selaras dengan semangat ini, umat Islam harus menjunjung tinggi sikap taat kepada pemimpin selama mereka menjalankan amanahnya dengan adil dan sesuai dengan konstitusi.
Dalam suasana baru ini, umat diharapkan terus berperan aktif dalam menjaga stabilitas nasional, mengedepankan dialog, serta mempererat persaudaraan demi masa depan Indonesia yang lebih baik.
Bagi umat Islam, ketaatan kepada pemimpin adalah sebuah kewajiban.
Dikutip SketsaNusantara.id dari NU.or.id, salah satu dalil yang menyebutkan hal itu tercantum dalam Surat An Nisa ayat 59.
Artikel Terkait
Cara agar Tidak Malas Menurut Ajaran Islam, Fahruddin Faiz: Percuma jika Punya Cita-Cita...
Fahruddin Faiz Jelaskan Kewajiban di Zaman Medsos yang Jarang Disadari Banyak Orang
Cara Menjadi Orang yang Bijaksana Menurut Fahruddin Faiz
Khutbah Jumat NU Jelang Pelantikan Presiden 20 Oktober 2024: Membangun Perdamaian di Tahun Politik
Khutbah Jumat NU Hari Santri Nasional 2024: Pentingnya Mengingat Sejarah Jihad Mengusir Kolonialisme di Nusantara