Tema ceramah Gus Lik selalu berkaitan atau menyinggung keseharian wong cilik alias rakyat biasa.
Tema-tema tersebut memang kerap dipakai Gus Lik agar ajaran yang disampaikan terasa lebih relevan dan mudah dipahami.
Dengan tema yang disampaikan itulah Gus Lik menjadi terasa begitu dekat alias tidak berjarak dengan jamaahnya.
3. Tidak Pernah Memasukkan Unsur Politik dalam Isi Ceramah
Keistimewaan yang lain adalah tidak pernah memasukkan unsur politik dalam setiap isi ceramah.
Hal itu membuatnya sangat istimewa karena tidak membuka potensi perpecahan hanya karena perbedaan pandangat politik.***
Itulah 3 keistimewaan Gus Lik yang membuatnya begitu dekat dengan masyarakat terutama wong cilik.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Mengenal Sosok Kyai Ali Manshur, Ulama Pencetus Sholawat Badar yang Fenomenal, Benarkah Dipakai untuk Menandingi Hymne PKI?
Sebelum Negara Sudah Ada Ulama, Gus Baha Jelaskan Peran Kyai dalam Kemerdekaan Indonesia
Ijazah Ya Jabbar Ya Qahhar dari Kyai Azaim Ibrahimy: Amalan Penting Warisan Ulama-Ulama Besar Indonesia
5 Kerajaan Islam Tertua Solor Watan Lema Nusa Tenggara Timur: Dibawa oleh Seorang Ulama dan Pedagang yang Tersohor
Profil Abah Aos, Ulama Viral yang Nyanyikan Indonesia Raya di Masjid Istiqlal Jakarta, Pernah Tuai Pro Kontra Usai Sebut Sosok Imam Mahdi