Minggu, 19 Juli 2026

Sebelum Negara Sudah Ada Ulama, Gus Baha Jelaskan Peran Kyai dalam Kemerdekaan Indonesia

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 17 Agustus 2024 | 10:05 WIB
Gus Baha jelaskan peran kyai dalam Kemerdekaan Indonesia. (Tangkap layar Youtube Penyejuk Hati Id Official)
Gus Baha jelaskan peran kyai dalam Kemerdekaan Indonesia. (Tangkap layar Youtube Penyejuk Hati Id Official)

SketsaNusantara.id - Hari ini, 17 Agustus 2024, segenap rakyat Indonesia merayakan Hari Kemerdekaan ke-79.

Tanggal 17 Agustus merupakan tanggal keramat bagi Bangsa Indonesia karena dianggap sebagai tonggak bersejarah dengan dibacakannya teks Proklamasi Kemerdekaan oleh Bung Karno dan Bung Hatta.

Kemerdekaan Indonesia adalah titik puncak dari perjuangan rakyat untuk melepaskan diri dari belenggu kolonialisme.

Baca Juga: Radio Bekupon Legendaris Surabaya: Memiliki Bentuk Unik, Saksi Bisu Perjuangan Kemerdekaan RI yang Harusnya Dijaga

Tanpa pandang bulu, seluruh lapisan masyarakat di Indonesia saling bahu membahu mengusir kolonialisme dari bumi Nusantara, termasuk para ulama atau kyai.

Bahkan, peran para ulama atau kyai dalam gerakan perjuangan kemerdekaan Indonesia tidak bisa dibilang kecil.

Bisa dibilang, sebelum terbentuknya bangsa dan negara Indonesia, sudah ada para ulama atau kyai yang mendirikan pondasi.

Baca Juga: Kesaktian Sultan Hamengkubuwono IX: Sering Dapat Bisikan Gaib hingga ‘Di-spill’ tentang Kemerdekaan Indonesia

Hal itu disampaikan oleh Gus Baha dalam sebuah potongan ceramah yang diunggah oleh akun Youtube Munajat Jiwa.

"Jadi, intinya Anda jangan berpikir bahwa Negara ini didirikan oleh Umaroh, 'kan sebelum ada Negara, yang sudah ada itu Ulama," ucap Gus Baha, dikutip SketsaNusantara.id dari video shorts Youtube Munajat Jiwa.

Garis sejarahnya pun jauh lebih panjang lagi jika ditarik ke masa silam di era Wali Songo.

Baca Juga: Mengenal Sosok Djiauw Kie Siong, Pemilik Rumah Proklamasi Rengasdengklok yang Jadi Saksi Sejarah Kemerdekaan Indonesia

Para Wali Songo telah membangun pondasi dengan berbagai komunitas dan pondok pesantren, sebagai basis dari kegiatan agama, sosial, bahkan politik.

"Dulu para Wali Songo sampai para kyai era Kemerdekaan sudah membentuk satu komunitas. Di situ ada ketua pondok, ada bendahara, ada macam-macam," lanjut Gus Baha.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X