Kamis, 4 Juni 2026

Nilai Paling Dasar dari Sepak Terjang Gus Dur, Kritik pada Penggunaan Agama untuk Kepentingan Kelompok

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Senin, 22 Juli 2024 | 06:45 WIB
Sabtu 22 Januari 1994, Gus Dur menjadi panelis diskusi bersama Romo YB. Mangunwijaya. (GusDur.net)
Sabtu 22 Januari 1994, Gus Dur menjadi panelis diskusi bersama Romo YB. Mangunwijaya. (GusDur.net)

Nilai keadilan yang bersumber pada spiritualitas ketauhidan itulah yang diyakini para sahabat Gus Dur sebagai karakteristik perjuangannya.

Baca Juga: Aneh Tapi Benar-benar Terbukti, Inilah 4 Karomah Gus Dur yang Dianggap Gila, Sebagai Real Wali?

Hal itu pula yang menjelaskan perbedaan konsep Humanisme Gus Dur dengan Humanisme secara umum.

Humanisme Gus Dur selalu berpijak pada nilai-nilai ketauhidan.

Alissa juga memberikan contoh spiritualitas atau ketauhidan pada fenomena penggunaan agama oleh sebagian kelompok untuk kepentingan tertentu.

Baca Juga: Keistimewaan Mampu Mengelola Konflik Tanpa Ada Pertumpahan Darah, Gus Baha Sebutkan Karomah Wali yang Dimiliki Gus Dur

Fenomena tersebut justru harus dihindari karena atas nama Tuhan harusnya mengemban atau dilandasi nilai-nilai yang mencerminkan sifat Tuhan Maha Kasih, Maha Penyayang, dan menciptakan sistem yang adil untuk semua makhluk ciptaan-Nya.

Artinya, setiap orang boleh meyakini agamanya, tetapi wajib juga untuk menyayangi sesama manusia karena semua adalah ciptaan Tuhan yang diyakini tersebut.

Tuhan tidak hanya menciptakan umat tertentu, tetapi semua manusia di semesta ini.

Itulah kenapa hukum Tuhan harus digunakan untuk kebaikan.***

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: Youtube WargaNegara

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X