"Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in" adalah perintah kepada umat Islam supaya selalu ikhlas dalam beribadah dan meminta pertolongan kepada Allah SWT.
Bima merupakan panglima atau senapati yang sangat diandalkan kubu Pandawa dalam perang Baratayudha.
Peran Bima sebagai senapati itu juga melambangkan sholat sebagai panglima dalam Islam saat berperang melawan kebatilan.
Pasalnya, amalan yang pertama kali akan dihisab oleh Allah SWT adalah sholat.
Selain kedua kuku senjata andalannya, di dahinya terdapat Pupuk Mas Rineka Jaroting Asem.
Wujudnya seperti akar pohon asem yang terlihat mencolok dan bersinar.
Pupuk Mas tersebut merupakan simbol dari orang yang selalu teguh dan setia bersujud alias sholat.
Bagi mereka yang rajin dan istiqomah dalam menjalankan sholat, pasti akan ada tanda di dahi yang memancarkan kesegaran dan kesalehan.
Bukan dimaknai sebagai bekas kehitaman yang menonjol, tetapi air muka yang selalu bersinar.***
Artikel Terkait
Revolusi Wayang: Ide Jenius Sunan Kalijaga hingga Islam Menyebar Luas di Jawa, Dulu Hiburan Kaum Bangsawan
Sunan Kalijaga Sukses Syiarkan Islam di Jawa Lewat Tokoh Punakawan, Mau Nanggap Wayang Cukup Bayar Dua Kalimat Syahadat
Jamus Kalimosodo Senjata Ampuh Puntadewa, Warisan Dakwah Sunan Kalijaga di Wayang Kulit, Jimat Paling Ampuh untuk Manusia
Makna Gunungan atau Kayon dalam Wayang Kulit, Bentuknya seperti Masjid dan jika Dibalik Berwujud...
Beginilah Cara Orang Jawa Berkomunikasi tanpa Timbulkan Konflik, Jadi Metode Dakwah Islam lewat Wayang Kulit