"Makanya dalam wayang kulit itu ada simpingan kanan. Apa itu? Simpingan Kanan adalah wayang-wayang yang ditaruh berjejer di sebelah kanan dalang," kata Ustadz Salim.
Sementara itu, Simpingan Kiwo adalah susunan wayang yang diletakkan berjejer di sebelah kiri dalang.
Lalu apa beda dari kedua simpingan itu?
Wayang-wayang yang diletakkan di simpingan kanan memiliki karakter yang baik alias Ashabul Yamin.
Simpingan Kiwo adalah Ashabul Simal, yaitu mereka yang punya sifat buruk alias kebalikan dari Ashabul Yamin.
Itulah kenapa wayang dimaknai sebagai bayangan kehidupan layaknya cermin, dengan kedua sisi karakter saling berlawanan di samping dalang.
Maka dari itu, seharusnya orang yang usai menonton wayang kulit akan mendapatkan pelajaran dan hikmah karena ia baru saja melihat bayangan dirinya dalam cermin pertunjukan.***
Artikel Terkait
Cara Unik Sunan Kalijaga Berdakwah dengan Wayang dari Majapahit hingga Pajajaran, Penonton Disuruh...
Revolusi Wayang: Ide Jenius Sunan Kalijaga hingga Islam Menyebar Luas di Jawa, Dulu Hiburan Kaum Bangsawan
Sunan Kalijaga Sukses Syiarkan Islam di Jawa Lewat Tokoh Punakawan, Mau Nanggap Wayang Cukup Bayar Dua Kalimat Syahadat
Jamus Kalimosodo Senjata Ampuh Puntadewa, Warisan Dakwah Sunan Kalijaga di Wayang Kulit, Jimat Paling Ampuh untuk Manusia
Makna Gunungan atau Kayon dalam Wayang Kulit, Bentuknya seperti Masjid dan jika Dibalik Berwujud...