Kamis, 4 Juni 2026

Arti Sebenarnya Wayang Kulit oleh Sunan Kalijaga serta Perbedaan Ashabul Yamin dan Ashabul Simal di Samping Dalang

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Jumat, 19 Juli 2024 | 17:21 WIB
Ada makna wayang kulit yang filosofis menurut Sunan Kalijaga. (Tangkap layar Youtube WTG SINDORO)
Ada makna wayang kulit yang filosofis menurut Sunan Kalijaga. (Tangkap layar Youtube WTG SINDORO)

"Makanya dalam wayang kulit itu ada simpingan kanan. Apa itu? Simpingan Kanan adalah wayang-wayang yang ditaruh berjejer di sebelah kanan dalang," kata Ustadz Salim.

Baca Juga: Beginilah Cara Orang Jawa Berkomunikasi tanpa Timbulkan Konflik, Jadi Metode Dakwah Islam lewat Wayang Kulit

Sementara itu, Simpingan Kiwo adalah susunan wayang yang diletakkan berjejer di sebelah kiri dalang.

Lalu apa beda dari kedua simpingan itu?

Wayang-wayang yang diletakkan di simpingan kanan memiliki karakter yang baik alias Ashabul Yamin.

Simpingan Kiwo adalah Ashabul Simal, yaitu mereka yang punya sifat buruk alias kebalikan dari Ashabul Yamin.

Itulah kenapa wayang dimaknai sebagai bayangan kehidupan layaknya cermin, dengan kedua sisi karakter saling berlawanan di samping dalang.

Maka dari itu, seharusnya orang yang usai menonton wayang kulit akan mendapatkan pelajaran dan hikmah karena ia baru saja melihat bayangan dirinya dalam cermin pertunjukan.***

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: YouTube Salim A. Fillah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X