SketsaNusantara.id - Wayang kulit bukan sekadar pertunjukan seni yang biasa-biasa saja karena punya sejarah dan tradisi kuat, mengakar di jantung masyarakat Jawa.
Wayang kulit juga merupakan salah satu jejak warisan dakwah Wali Songo, terutama Sunan Kalijogo yang berhasil merangkul masyarakat Jawa.
Namun, mungkin tidak banyak yang tahu apa arti sebenarnya dari wayang kulit.
Arti dari "wayang" adalah "bayang". Menurut penjelasan Ustadz Salim A. Fillah, Sunan Kalijaga merupakan tokoh yang menegaskan pemaknaan tentang wayang sebagai bayang tersebut.
Berdasarkan pemaknaan tokoh Wali Songo itu, wayang bermakna sebagai bayang-bayang kehidupan manusia.
"Sunan Kalijaga mengazaskan sebagai bayang-bayang hidup manusia. Tempat kita bercermin," ujar Ustadz Salim, dikutip SketsaNusantara.id dari video kanal Youtube Salim A. Fillah yang diunggah 6 November 2020.
Saat bercermin, jika ada yang terlihat tidak beres atau kurang dari penampilan, yang diperbaiki tentunya adalah orang yang bercermin, bukan bayangannya.
Itulah filosofis dari wayang sebagai bayang-bayang kehidupan yang dijabarkan Sunan Kalijaga.
Jadi, saat menonton pertunjukan wayang kulit seharusnya menjadi momen untuk memperbaiki diri.
Dalam pertunjukan wayang kulit itulah bisa menyaksikan bayangan dari sifat-sifat kita sendiri sebagai manusia.
Pemaknaan wayang kulit sebagai cermin bagi manusia semakin dipertegas dengan tata letak antara Simpingan Kanan dan Simpingan Kiwo alias Kiri.
Artikel Terkait
Cara Unik Sunan Kalijaga Berdakwah dengan Wayang dari Majapahit hingga Pajajaran, Penonton Disuruh...
Revolusi Wayang: Ide Jenius Sunan Kalijaga hingga Islam Menyebar Luas di Jawa, Dulu Hiburan Kaum Bangsawan
Sunan Kalijaga Sukses Syiarkan Islam di Jawa Lewat Tokoh Punakawan, Mau Nanggap Wayang Cukup Bayar Dua Kalimat Syahadat
Jamus Kalimosodo Senjata Ampuh Puntadewa, Warisan Dakwah Sunan Kalijaga di Wayang Kulit, Jimat Paling Ampuh untuk Manusia
Makna Gunungan atau Kayon dalam Wayang Kulit, Bentuknya seperti Masjid dan jika Dibalik Berwujud...