Minggu, 19 Juli 2026

Rahasia Kuku Pancanaka Brotoseno alias Bima, Ternyata Jalan Masuk ke Surga

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Senin, 15 Juli 2024 | 06:45 WIB
Kuku Pancanaka Bima alias Brotoseno punya makna mendalam dalam ajaran Islam. (Tangkap layar Youtube Ari Poncowolo)
Kuku Pancanaka Bima alias Brotoseno punya makna mendalam dalam ajaran Islam. (Tangkap layar Youtube Ari Poncowolo)

SketsaNusantara.id - Brotoseno atau yang populer disebut Bima merupakan tokoh pewayangan dari 5 bersaudara Pandawa.

Kakak kedua dari 5 bersaudara ini juga kerap dipanggil Werkudara dengan perawakan tinggi besar, kulit gelap, dan sangat kuat.

Bersenjatakan gada rujakpolo, sosok ini ditakuti lawan dan disegani para sekutunya.

Baca Juga: Sunan Kalijaga Sukses Syiarkan Islam di Jawa Lewat Tokoh Punakawan, Mau Nanggap Wayang Cukup Bayar Dua Kalimat Syahadat

Ia juga dikenal sebagai karakter yang tidak pernah mau tunduk atau berbahasa krama inggil kepada para raja dan dewa, kecuali Dewa Ruci, yang merupakan penggambaran pencarian spiritualitas dirinya.

Kekuatannya yang luar biasa juga ditunjang oleh senjata alami dari tubuhnya, yakni kuku pancanaka.

Dalam dakwah Sunan Kalijaga melalui wayang kulit, penggambaran Brotoseno juga tak lepas dari simbolisasi ajaran Islam yang sangat mendalam.

Baca Juga: Tirakat Sunan Kalijaga saat Berguru pada Sunan Bonang, Benarkah Semedi Bertahun-tahun Hanya untuk Jaga Tongkat?

Pasalnya, 5 kuku yang dimiliki Brotoseno itu melambangkan ajaran yang sangat kuat di dalam Islam.

Almarhum Mbah Maimoen Zubair menjelaskan bahwa pancanaka itu berarti 5 waktu.

"Siapa Brotoseno itu? Yang punya kuku pancanaka. Kuku itu artinya kuku jari tangan, panca itu 5, naka itu waktu," ujar Mbah Moen, dikutip SketsaNusantara.id dari video kanal Youtube Bangkit TV yang diunggah 24 April 2020.

Baca Juga: Caos Dhahar Loro Gendhing Kuliner Kesukaan Sunan Kalijaga, Ternyata Makanan Ini Harus Dibuat Orang Ini…

Bagi orang Jawa, penyebutan kata lokasi itu sangat bertautan. Untuk menunjuk sesuatu yang dekat disebut "niku", kalau menunjuk yang jauh disebut "niko".

Sedangkan "niki" untuk menyebut "ini" atau "itu", dan "naka" adalah waktu.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: Youtube Bangkit TV

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X