Sabtu, 4 Juli 2026

Wasiat Sunan Gunung Jati yang Populer dan Dibumikan Masyarakat Cirebon, Tokoh Wali Songo Ini Titip 2 Hal

Photo Author
Anisa Maharani, Sketsa Nusantara
- Jumat, 12 Juli 2024 | 14:00 WIB
Potret Sunan Gunung Jati atau Syekh Syarif Hidayatullah. (Kolase foto Instagram.com/@syahbudin.ibrahim.new dan Buku Atlas Wali Songo)
Potret Sunan Gunung Jati atau Syekh Syarif Hidayatullah. (Kolase foto Instagram.com/@syahbudin.ibrahim.new dan Buku Atlas Wali Songo)

Dikutip SketsaNusantara.id dari Buku Atlas Wali Songo yang ditulis Agus Sunyoto cetakan tahun 2017, wafatnya Sunan Gunung Jati melahirkan wasiat yang populer dan dibumikan oleh masyarakat Cirebon hingga saat ini.

Baca Juga: Peninggalan Sunan Ampel Ini Punya Nilai Historis Tinggi, Intip Keindahan Masjid Jami' Peneleh Surabaya yang Sarat Makna Islami

Wasiat Sunan Gunung Jati menjadi pesan yang dilestarikan dan sebagai petuah untuk masyarakat yang ada di sekitarnya.

Syekh Syarif Hidayatulah titip 2 hal kepada seluruh masyarakat, wasiat itu bisa ditemui sampai saat ini jika berziarah ke makam Sunan Gunung Jati di Cirebon.

Dikutip dari Buku Atlas Wali Songo, 2 wasiat Sunan Jati yang terkenal dan melekat dengan masyarakat Cirebon dikenal dengan istilah jawokan.

Baca Juga: Siapa Ayah Sunan Gresik Wali Songo? Sosok Ulama Besar Maghrib yang Menugaskan Anaknya Berdakwah ke Asia Tenggara

Kedua pesan wasiat Sunan Gunung Jadi itu bertuliskan dalam bahasa Jawa yang memiliki makna mendalam.

Bukan hanya sekedar titipan biasa, Sunan Gunung Jati yang menjadi anggota Wali Songo sangat memikirkan bagaimana nasib dakwah yang sudah diajarkannya.

Dikenal sebagai pemimpin yang arif dan bijaksana, Syekh Syarif Hidayatullah juga memajukan peradaban pembangunan.

Kebaikan yang sudah dibangun Sunan Gunung Jadi dituangkannya dalam 2 wasiat, di antaranya:

Baca Juga: Sunan Ampel Terkenal dengan Apa? 5 Ajaran Raden Rahmat yang Kini Mulai Banyak Dilanggar para Pejabat Pelayan Rakyat

1) "Ingsun Titip Tajug lan Fakir Miskin"

Artinya:

"Saya titip tajug dan fakir miskin"

Kata tajug merupakan istilah yang maknanya seperti bangunan menyerupai mushola atau langgar yang dipergunakan pula untuk sholat dan mengaji di Cirebon.

Halaman:

Editor: Anisa Maharani

Sumber: Buku Atlas Wali Songo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X