Menariknya, salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH Hasyim Asy'ari ternyata pernah berselisih pendapat tentang penggunaan bedhug dan kentongan.
Hal itu dituturkan oleh KH Zamzani Amin dari Cirebon yang memaparkan perbedaan pendapat antara KH Hasyim Asy'ari dan KH Faqih Maskumambang.
Dilansir dari NU.or.id, penggunaan bedhug tidak diperbolehkan menurut KH Hasyim Asy'ari. Sedangkan KH Faqih Maskumambang justru berpendapat sebaliknya.
Uniknya, meski berbeda pendapat, kedua tokoh itu saling menghargai. Misalnya, ketika KH Hasyim Asy'ari berkunjung ke tempat KH Faqih Maskumambang, bedhug dan kentongan dipindahkan dulu dari mushola.
Sebaliknya, saat KH Faqih Maskumambang berkunjung ke Jombang, KH Hasyim Asy'ari telah mempersiapkan bedhug dan kentongan di musholanya.
Sampai akhirnya kedua tokoh itu berkunjung ke Cirebon, tempat kediaman KH Jauhar Arifin.
Oleh KH Jauhar Arifin, dijelaskan kepada keduanya bahwa bedhug dan kentongan itu hukumnya dibolehkan. Pasalnya, penggunaan kedua alat itu bukan untuk memanggil orang sholat, melainkan agar orang-orang segera menghentikan pekerjaannya karena waktu beribadah sudah tiba.***
Artikel Terkait
Apa Julukan Sunan Gresik? Seorang Wali Songo Senior Tanah Jawa yang Punya Beragam Julukan, Sebagai Kakek...
Apa Pekerjaan Sunan Drajat? Kisah Perjuangan Raden Qasim jadi Wali Songo di Tanah Jawa Erat dengan Pepali Pitu
Pepali Pitu Sunan Drajat Itu Apa? Ini 7 Falsafah Kehidupan Dasar Ajaran Raden Qasim Sebagai Wali Songo
Mengapa Diberi Nama Sunan Ampel? Inilah Kisah Julukan Raden Rahmat, Wali Songo yang Berasal dari Champa
Sunan Muria Terkenal karena Apa? Selain Ajaran Moral dan Tembang Macapatnya, Berikut Strategi Dakwah Wali Songo Termuda