SketsaNusantara.id - Penyematan haji (H) atau hajjah (Hj) di depan nama seseorang yang sudah berhaji menjadi sebuah kewajiban tidak tertulis di Indonesia.
Bahkan hingga ada orang yang menegur orang lain yang lupa menyebutkan gelar haji-nya.
Terbaru, yakni ketika Halilintar Anofial Asmid menegur pembawa acara di lamaran Thariq Halilintar karena tak menyebut gelar haji Atta Halilintar.
Lantas seberapa pentingkah gelar haji di Indonesia? Dan bagaimana tradisi menyematkan gelar tersebut berawal?
Dilansir SketsaNusantara.id dari laman Kemenag, gelar haji merupakan ciptaan pemerintah Kolonial Belanda.
Dikutip dari channel YouTube JAGAD SEJARAH, awalnya pemerintahan Belanda saat itu tidak mempermasalahkan umat Islam yang hendak berhaji.
Namun pada abad ke-19, muncul perlawanan-perlawanan yang dilakukan oleh para haji yang pulang dari Mekkah.
Pemerinta Kolonial Belanda akhirnya menyusun strategi untuk membendung perlawanan-perlawanan ini.
Pertama-tama, Pemerintah Kolonial Belanda mulai membatasi calon jemaah haji yang hendak menunaikan rukun Islam ke-5 tersebut.
Baca Juga: MC Lamaran Thariq dan Aaliyah Kena Tegur Anofial Asmid, Gegara Atta Halilintar Gak Dipanggil Haji?
Artikel Terkait
Kenapa Disebut Hari Tasyrik? 4 Amalan Sunnah Selama Hari Tasyrik Idul Adha 2024, Lakukan Selama Tiga Hari
Tak Banyak yang Tau, Siapa Sunan Geseng? Punya Sejumlah Karomah di Luar Nalar!
Keistimewaan Mampu Mengelola Konflik Tanpa Ada Pertumpahan Darah, Gus Baha Sebutkan Karomah Wali yang Dimiliki Gus Dur
Melirik Jejak Peninggalan Sunan Kalijaga, Kedung Pucung Ini Ada Mitos yang Bikin Bahaya?
Dikenal Dengan Sumpah Palapanya, Siapa Sangka Sosok Hebat dan Legendaris Gajah Mada Dituduh Dalang Pembunuhan Rajanya Sendiri
MC Lamaran Thariq dan Aaliyah Kena Tegur Anofial Asmid, Gegara Atta Halilintar Gak Dipanggil Haji?
Mengenal 6 Istri Sunan Gunung Jati, Ada Putri Kaisar Cina yang Suka Petis, Bukti Hubungan Diplomasi Cirebon-Tiongkok