SketsaNusanatara.id - Siapa yang tak kenal dengan nama Gajah Mada? Sebuah nama besar yang sudah dimasukkan ke dalam otak kita sebagai tokoh yang hebat sejak kita di Sekolah Dasar.
Sebab itu, Gajah Mada selama ini kita kenal sebagai panglima perang dan Mahapatih pada abad ke-14 di Majapahit yang populer dengan sumpah palapa nya sehingga ia dikenang sebagai simbol persatuan Indonesia.
Meski Gajah Mada sendiri tidak meninggalkan karya tertulis, namun dia diabadikan dalam banyak karya sastra seperti Kitab Pararaton dan Nagarakretagama.
Namun ditengah kehebatan Gajah Mada, seorang sejarawan Indonesia bernama Slamet Muljana mengungkapkan bahwa Gajah Mada merupakan dalang dibalik pembunuhan Raja Majapahit, yakni Raja Jayanegara.
Majapahit geger ketika Raja Jayanegara ditemukan tewas bersimbah darah sesaat setelah tabibnya sekaligus pengawalnya RaTanca mengobati bisul sang raja.
Sontak tudingan pembunuh raja langsung diarahkan pada sang tabib Ra Tanca dan tanpa banyak bicara Gajah Mada langsung mengeksekusi Ra Tanca tanpa adanya peradilan.
Gajah Mada mengeksekusi Ra Tanca tanpa adanya peradilan itulah yang menjadikan tudingan berbalik arah kepada Gajah Mada, bahwa ialah dalang sebenarnya dibalik pembunuh Jayanegara.
Memang Gajah Mada tak ikut menyentuh Prabu Jayanegara ketika pembunuhan itu terjadi, namun sejumlah sumber menyebutkan bahwa ia sengaja tak bereaksi ketika Ra Tanca mengadukan Jayanegara telah mengganggu istrinya.
Baca Juga: Jiwa Jawi; 6 Prinsip Unik yang Dimiliki Orang Jawa, Salah Satunya Suka Musik!
Sehingga dengan diamnya Gajah Mada maka Ra Tanca kemudian bertambah marah dan langsung melampiaskan kemarahannya dengan membunuh sang raja dengan kerisnya sendiri.
Penafsiran bahwa Gajah Mada merupakan dalang sebenarnya pembunuh Prabu Jayanegara menjadi kontroversi, seperti pendapat beberapa ahli berikut ini dikutip dari berbagai sumber.
Slamet Muljana (1979) seorang sejarawan Indonesia dalam buku Nagarakertagama dan Tafsir Sejarahnya, memaparkan bahwa pada hakikatnya, Gajah Mada menggunakan Ra Tanca sebagian alat untuk membunuh Jayanegara.
Sedangkan N.J Krom yang merupakan seorang peneliti sejarah dari Belanda, dalam bukunya Hindoe-Javaansche Geschiedenis, menyebutkan bahwa ia meyakini bahwa Gajah Mada punya andil besar dalam peristiwa matinya Jayanegara, secara langsung maupun tidak langsung.
Artikel Terkait
Elaelo, Nama Aplikasi Pengganti Twitter atau X Terinspirasi Lagu Koes Plus Ela Elo? Lagu Berbahasa Jawa Tentang...
Desa Wisata Ini Disebut Sebut Sebagai Desa Tertinggi di Pulau Jawa Cocok untuk Healing Mengisi Liburan Panjang
Profil Ilham Akbar Habibie, Anak Pertama BJ Habibie Masuk Bursa Calon Gubernur Jawa Barat
3 Istri Sunan Kalijaga yang Setia Menemani dalam Menyebarkan Agama Islam di Tanah Jawa
Kisah Walisongo! Inilah 2 Perjuangan Maulana Malik Ibrahim dalam Dakwahnya, Sebagai Wali Pertama di Pulau Jawa
Misteri Sunan Geseng! Murid Sunan Kalijaga Punya 7 Makam, Yogyakarta atau Jawa Timur, Mana yang Asli?