Selain dzikir, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak bacaan takbir, tahmid, dan tahlil. Tradisi takbiran pada Hari Tasyrik bahkan telah dicontohkan para sahabat Nabi Muhammad SAW.
Dalam riwayat yang dikutip Ibnu Hajar Al-Asqalani disebutkan adanya anjuran memperbanyak kalimat tauhid dan pujian kepada Allah selama Hari Tasyrik.
“Perbanyaklah tahlil, tahmid, dan takbir pada Hari Tasyrik,” demikian isi riwayat yang dinukil dalam penjelasan para ulama.
Hari Tasyrik juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan keluarga melalui makan bersama hidangan kurban. Karena itu, Islam tidak menganjurkan umatnya berpuasa pada hari tersebut agar dapat menikmati nikmat yang diberikan Allah SWT.
Selain itu, Hari Tasyrik menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk terus menjaga semangat ibadah setelah Idul Adha. Tidak hanya melalui penyembelihan kurban, tetapi juga dengan memperbanyak dzikir, doa, sedekah, serta menjaga silaturahmi.
Bagi masyarakat yang terbiasa menjalankan puasa Senin dan Kamis, puasa sunnah dapat kembali dilanjutkan setelah rangkaian Hari Tasyrik selesai. Dengan demikian, ibadah tetap berjalan sesuai tuntunan syariat tanpa melanggar larangan yang telah ditetapkan dalam Islam.
Momentum Hari Tasyrik juga menjadi pengingat bahwa ibadah dalam Islam tidak hanya diwujudkan melalui puasa, tetapi juga lewat rasa syukur, berbagi rezeki, dan memperbanyak mengingat Allah SWT dalam kehidupan sehari-hari.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Kapan Mulai Puasa Syawal 2026? Ini Jadwal beserta Tata Cara Pelaksanaan Ibadah Puasa Pasca Lebaran yang Punya Banyak Keutamaan
Tips Menambah Berat Badan Setelah Puasa dan Lebaran Secara Sehat, Lakukan Secara Tepat Agar Manfaatnya Terasa
Buka Puasa Bersama BNN Aceh dan Jurnalis Jadi Momen Silaturahmi, Brigjen Dedy Tabrani Dorong Sinergi Lawan Narkoba
Keutamaan Puasa Syawal 6 Hari Setelah Ramadhan, Bolehkah Dilakukan Tidak Berurutan?
Belum Bayar Utang Puasa Ramadhan 1447 H, Bolehkah Ikut Puasa Sunah Syawal 2026? Begini Penjelasan Buya Yahya