Rabu, 15 Juli 2026

Siapa yang Boleh Menerima Daging Kurban Idul Adha? Ini Penjelasan Lengkap Ustadz Adi Hidayat

Photo Author
Zuhana Anibuddin Zuhro, Sketsa Nusantara
- Jumat, 22 Mei 2026 | 14:00 WIB
Ustaz Adi Hidayat jelaskan tentang golongan yang berhak mendapatkan daging kurban (Youtube Adi Hidayat Official)
Ustaz Adi Hidayat jelaskan tentang golongan yang berhak mendapatkan daging kurban (Youtube Adi Hidayat Official)

SketsaNusantara.id - Menjelang Hari Raya Idul Adha, umat Islam mulai mempersiapkan ibadah kurban sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT sekaligus meneladani kisah pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.

Selain proses penyembelihan hewan kurban, pembagian daging kurban juga menjadi bagian penting dalam perayaan Idul Adha. Namun, masih banyak masyarakat yang mempertanyakan siapa saja golongan yang berhak menerima daging kurban.

Pertanyaan tersebut dijawab oleh Ustadz Adi Hidayat dalam sebuah kajian yang tayang di kanal YouTube Qultum TV pada 14 Juli 2021.

Baca Juga: 7 Amalan Sunnah Shohibul Kurban di Bulan Dzulhijjah, Lengkap dari Memilih Hewan hingga Waktu Penyembelihan

Dalam penjelasannya, Ustadz Adi Hidayat atau yang akrab disapa UAH menyebut bahwa penerima daging kurban memiliki cakupan yang jauh lebih luas dibanding penerima zakat fitrah maupun zakat mal.

“Kurban sangat luas teman-teman, kurban berbeda dengan alokasi zakat, spesifik dari zakat mal, spesifik zakat fitrah fakir dan miskin,” ujar Ustadz Adi Hidayat.

Menurutnya, jika zakat memiliki delapan golongan penerima atau asnaf yang telah ditentukan dalam syariat, maka pembagian daging kurban tidak terbatas hanya pada golongan tersebut.

Baca Juga: Bingung Masak Daging Kurban? Ini 6 Menu Idul Adha 1447 H yang Praktis, Lezat, dan Anti Membosankan

UAH menjelaskan bahwa shohibul kurban atau orang yang berkurban bahkan dianjurkan untuk ikut menikmati sebagian dari daging hewan kurbannya sendiri. Hal itu sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat dan kemampuan yang diberikan Allah SWT.

“Bahkan shohibul kurban dianjurkan untuk menikmati bagian dari kurban itu untuk menunjukkan bukti syukurnya kepada Allah,” katanya.

Selain shohibul kurban, prioritas utama penerima daging kurban tetap diberikan kepada fakir miskin dan masyarakat yang membutuhkan. Menurut UAH, pembagian tersebut menjadi sarana membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, terutama pada momentum Idul Adha.

Baca Juga: Anti Alot dan Bau! Ini 7 Tips Memasak Daging Kambing Kurban agar Empuk dan Bumbu Meresap Sempurna

“Ada juga prioritas dari kalangan fakir miskin, dengan itu bisa mensupport kehidupan mereka,” ungkapnya.

Dalam Islam, pembagian daging kurban memang dianjurkan agar manfaatnya dirasakan secara luas oleh masyarakat sekitar. Karena itu, banyak panitia kurban biasanya mendistribusikan daging kepada warga di lingkungan sekitar tanpa membedakan status sosial.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X