Kemudian, Nabi Muhammad SAW, bersabda: "Barang siapa terbunuh di jalan Allah, maka dialah syahid, dan siapa yang mati di jalan Allah juga syahid, siapa yang mati karena penyakit juga syahid. Orang yang meninggal karena tenggelam juga syahid." (HR Muslim).
Rasulullah juga menjelaskan beberapa kategori orang mati syahid, termasuk korban kecelakaan hingga ibu hamil atau perempuan yang wafat karena mengasuh anaknya.
"Mereka yang gugur di jalan Allah, sabar, ikhlas, dan tidak mundur, adalah syahid. Orang yang gugur di jalan Allah, orang gugur di pembaringan saat di jalan Allah, korban meninggal sakit perut, korban tersengat (ular), korban tenggelam, korban meninggal karena tenggorokan tersedak, korban diterkam binatang buas, korban jatuh dari kendaraan, orang meninggal saat lansia, korban meninggal karena radang selaput dada (pleuritis) adalah orang yang mendapat derajat syahid, dan juga perempuan nifas yang meninggal karena mengasuh balitanya. Kelak sang balita menuntun ibunya ke surga". (HR At-Thabrani).
Merujuk pada penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa apabila ada orang yang meninggal di bulan Ramadhan dengan memenuhi kriteria di atas, maka ia termasuk mati syahid.
Mengacu pada beberapa hadits, Imam Nawawi menjelaskan bahwa mati syahid terbagi menjadi 3 golongan, yakni syahid menurut dunia dan akhirat, syahit akhirat atau syahid dunia.
Disebutkan bahwa seseorang yang terbunuh dalam peperangan melawan orang kafir termasuk dalam syahid dunia dan akhirat.
Sementara itu, orang yang wafat karena penyakit (mabtun), tenggelam, terjatuh karena kecelakaan, dan lain sebagainya termasuk dalam kategori mati syahid akhirat.
Berbeda dengan 2 kategori sebelumnya, seseorang dikatakan mati syahid menurut hukum dunia ketika terbunuh dalam keadaan saat berperang dengan pamer riya' atau melarikan diri dan berkhianat mengambil harta rampasan saat melawan orang-orang kafir. Mereka tak akan mendapat pahala di akhirat.
Baca Juga: Sebut Affan Kurniawan Mati Syahid, Jusuf Hamka Janji Jamin Pendidikan dan Pekerjaan Adik Almarhum
Dalam kasus Arianto Tawakal, pelajar MTs di Tual Maluku bisa dikatakan mati syahid akhirat karena ia meninggal secara tidak wajar, terlebih saat korban mengalami kecelakaan dalam perjalanan pulang saat menjalankan ibadah puasa pertama di bulan Ramadhan.
Menurut para ulama, jenazah seseorang yang masuk dalam kategori mati syahid akhirat, tetap dimandikan dan dishalatkan seperti hlnya prang meninggal pada umumnya.
Keistimewaan orang yang mati syahid pada bulan Ramadhan akan mendapat pahala khusus di akhirat, dan derajatnya lebih tinggi dari orang meninggal pada umumya.
Selain itu, seseorang yang wafat saat sedang menjalankan amal saleh, termasuk berpuasa, dianggap sebagai pertanda akhir hidup yang baik atau husnul khatimah.
Artikel Terkait
Lima Hal Sebabkan Orang Meninggal dalam Keadaan Su'ul Khatimah
MUI Keluarkan Fatwa Haram Buang Sampah Sembarangan Jelang Ramadhan, Benarkah Mencemari Lingkungan Bisa Bikin Puasa Tidak Sah? Begini Penjelasannya
Rahasia Awet Muda Ternyata Ada dalam Puasa Ramadhan, Berikut ini Fakta Ilmiahnya
Pesan Ramadhan! Quotes Pembangkit Semangat saat Menjalankan Ibadah Puasa
Hukum Mengumpat saat Puasa, Dalil Hadis, Tafsir Ulama, dan Dampaknya di Era Media Sosial