Minggu, 19 Juli 2026

Hadiri Pengajian Rutin, Jamaah Diingatkan Adanya Empat Jenis Orang yang Wajib Berhati-hati

Photo Author
As'ad Choirudin, Sketsa Nusantara
- Rabu, 31 Desember 2025 | 06:00 WIB
Suasana pengajian rutin Seloso Legi di Diwek, Jombang. (SketsaNusantara.id)
Suasana pengajian rutin Seloso Legi di Diwek, Jombang. (SketsaNusantara.id)

SketsaNusantara.id - Ribuan jamaah menghadiri pengajian rutin Seloso Legi, Selasa 30 Desember 2025. Kegiatan digelar oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Diwek, Jombang. Acara dilaksanakan di Masjid Babussalam Desa Dukuh Pundong.

Tampak hadir Rais Syuriah dan Ketua Tanfidziyah MWCNU Diwek beserta pengurus. Termasuk Kepala Desa Pundong, Camat Diwek, Kapolsek dan Danramil.

Ketua Ranting NU Desa Dukuh Pundong, Abdul Ghofur, memberikan apresiasi kepada hadirin atas partisipasinya. "Walau rutin diadakan, antusias masyarakat tetap tinggi," ujarnya.

Baca Juga: Khutbah Jumat Awal Tahun Baru 2026: Mengajak Jamaah Menghitung Umur dan Memperbaiki Amal

KH. Hamdi Sholeh, ketua tanfidziyah MWCNU Diwek, mengajak hadirin istikomah mengikuti kegiatan. "Pengajian Selasa Legi, pengajiane wong NU.
Perjuangan NU berat. Tapi tidak lebih berat dari melawan diri sendiri," ujarnya.

Dalam pengajian kitab At-Tahdzib, KH. Hamdi Sholeh menjelasakan tetang syarat wajib puasa dan hal-hal yang membatalkan puasa.

Hal ini disampaikan agar hadirin berhati-hati dalam melakukan ibadah. "Ayo walau sedikit, rutin dan istiqamahlah, walau sedikit," pungkasnya.

Baca Juga: Mengapa Ucapan Selamat Natal Terus Menjadi Perdebatan di Kalangan Ulama? Ini Penjelasan yang Perlu Dipahami!

Rais Syuriah MWCNU Diwek, KH. Nur Hadi (Mbah Bolong), dalam mauidhah hasanahnya menguti hadits dari Kholil bin Ahmad. "Ada empat jenis orang di dunia ini, yang kita wajib berhati-hati," ujarnya.

Pertama, lanjutnya, orang yang berilmu dan mengamalkan ilmunya. "Maka ikutilah orang seperti itu," jelasnya.

Kedua adalah orang berilmu, tapi tidak mengamalkan ilmunya. "Jenis ini seperti orang yang tidur," ucapnya.

Baca Juga: Puasa Rajab Sering Diamalkan Umat Islam, Namun Bagaimana Sebenarnya Hukum Puasa di Bulan Rajab?

Ketiga adalah orang tidak berilmu, tapi menyadari keadaan dirinya dalam kebodohan. "Maka tugas kita tunjukkanlah jalannya," pesannya.

Keempat, imbuhnya, adalah orang bodoh, tapi tidak menyadari dirinya. "Ini harus kita jauhi orang yang seperti ini," pesannya.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X