Minggu, 19 Juli 2026

Khutbah Jumat Awal Tahun Baru 2026: Mengajak Jamaah Menghitung Umur dan Memperbaiki Amal

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Jumat, 26 Desember 2025 | 05:00 WIB
Ilustrasi Khutbah Jumat Tahun Baru 2026. (Pexels/Matheus Bertelli)
Ilustrasi Khutbah Jumat Tahun Baru 2026. (Pexels/Matheus Bertelli)

SketsaNusantara.id - Pergantian tahun Masehi 2026 menjadi momentum yang banyak disoroti masyarakat. Perubahan angka kalender sering dimaknai sebagai tanda berlalunya waktu.

Di berbagai daerah, momen ini kerap disambut dengan refleksi. Evaluasi perjalanan hidup menjadi tema yang sering diangkat dalam ruang keagamaan.

Khutbah Jumat menjelang atau setelah pergantian tahun kerap diarahkan pada muhasabah. Jamaah diajak melihat kembali pemanfaatan umur yang telah berlalu.

Baca Juga: Khutbah Jumat NU Hari Dokter Nasional 24 Oktober 2025: Merawat Kesehatan sebagai Ibadah dan Amanah Umat

Tema waktu, amal, dan tanggung jawab hidup menjadi materi yang relevan. Nilai tersebut dapat disampaikan tanpa mengaitkan perayaan tertentu.

Berikut contoh khutbah Jumat menyambut Tahun Baru Masehi 2026 yang dapat digunakan di masjid.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin. Segala puji hanya milik Allah SWT, Tuhan yang menciptakan waktu dan mengatur perjalanan kehidupan manusia. Kepada-Nya kita memohon pertolongan dan ampunan. Shalawat serta salam semoga selalu tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat, dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman.

Baca Juga: Khutbah Jumat NU Tema Hari TNI 5 Oktober 2025, Pesan Moral Tentara Rakyat, Ulama, dan Cinta Tanah Air dalam Islam

Jamaah Jumat rahimakumullah, marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Ketakwaan adalah bekal terbaik yang akan menyelamatkan manusia, baik di dunia maupun di akhirat.

Hari-hari ini, kita berada di penghujung dan awal pergantian tahun Masehi 2026. Perubahan angka pada kalender bukan sekadar peristiwa administratif, melainkan pengingat bahwa waktu terus berjalan tanpa henti. Setiap hari yang berlalu tidak akan pernah kembali. Setiap detik yang terlewati menjadi bagian dari umur yang berkurang.

Dalam Islam, waktu memiliki kedudukan yang sangat penting. Allah SWT bahkan bersumpah dengan waktu dalam Al-Qur’an. Ini menunjukkan bahwa waktu adalah amanah besar yang akan dimintai pertanggungjawaban. Manusia akan ditanya bagaimana ia menghabiskan umurnya, ilmunya, hartanya, dan tenaganya.

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah, setahun terakhir telah kita lewati bersama. Di dalamnya terdapat berbagai peristiwa kehidupan. Ada kebahagiaan yang kita rasakan. Ada kesedihan yang mungkin masih membekas. Ada amal kebaikan yang sempat kita lakukan, namun ada pula kelalaian yang mungkin belum kita perbaiki.

Pergantian tahun seharusnya menjadi momentum muhasabah. Muhasabah berarti menghitung diri sebelum kelak dihitung oleh Allah SWT. Kita menilai kembali bagaimana ibadah kita, bagaimana akhlak kita, serta bagaimana hubungan kita dengan sesama manusia.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X