Sudahkah shalat kita terjaga tepat waktu. Sudahkah Al-Qur’an menjadi bacaan harian. Sudahkah lisan kita terjaga dari ucapan yang menyakiti. Sudahkah tangan kita digunakan untuk membantu, bukan menyakiti. Pertanyaan-pertanyaan ini penting untuk dijawab dengan jujur.
Islam mengajarkan bahwa hari ini harus lebih baik dari hari kemarin. Jika seseorang hari ini sama dengan kemarin, maka ia termasuk orang yang merugi. Jika lebih buruk, maka ia berada dalam bahaya. Karena itu, setiap pergantian waktu seharusnya diiringi dengan tekad memperbaiki diri.
Jamaah Jumat rahimakumullah, dunia terus berubah. Tantangan hidup semakin kompleks. Tekanan ekonomi, ujian keluarga, dan godaan moral hadir silih berganti. Tanpa fondasi iman yang kuat, manusia mudah goyah dan kehilangan arah.
Tahun baru Masehi dapat dijadikan titik awal memperbaiki orientasi hidup. Bukan sekadar mengejar dunia, tetapi menyeimbangkannya dengan akhirat. Bukan hanya mencari keuntungan pribadi, tetapi juga kebermanfaatan bagi orang lain.
Mari kita jadikan sisa umur sebagai ladang amal. Gunakan waktu untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Perbanyak amal saleh, sekecil apa pun bentuknya. Karena di sisi Allah, amal kecil yang ikhlas lebih bernilai daripada amal besar yang penuh riya.
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah, tidak ada seorang pun yang mengetahui berapa panjang sisa umurnya. Karena itu, jangan menunda kebaikan. Jangan menunda taubat. Jangan menunda memperbaiki diri. Hari ini adalah kesempatan terbaik sebelum datang penyesalan.
Semoga di tahun yang baru ini, Allah SWT memberikan kita kekuatan untuk istiqamah dalam ketaatan. Semoga keluarga kita dijaga dalam keberkahan. Semoga negeri kita diberi kedamaian dan keselamatan.
Marilah kita tutup khutbah ini dengan doa, semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita dan mengampuni dosa-dosa kita.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Demikianlah isi teks khutbah Jumat menyambut Tahun Baru 2026.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Khutbah Jumat NU Ramadhan Hari ke-6: Kesempatan Emas Menuju Ampunan dan Surga
Main HP saat Khutbah Jumat Bisa Batalkan Pahala? Jangan Sepelekan, Ini Hukumnya!
Khutbah Jumat NU Ramadhan 21 Maret 2025: Cara Mencapai Keikhlasan selama Beribadah Puasa di Bulan Suci
Khutbah Jumat NU 28 Maret 2025: Selamat Tinggal Ramadhan 1446 H
Khutbah Jumat NU 11 April 2025: Usai Ramadhan dan Lebaran, Mari Tetap Istiqomah dalam Kesederhanaan