Buya Yahya memberikan suatu gambaran jika seseorang punya dua ekor kambing, maka kurbankan satu untuk diri sendiri, dan satunya lagi boleh untuk salah satu orang tua yang sudah wafat.
Sementara itu, jika hanya ada seekor kambing yang tersedia, maka prioritaskan berkurban untuk diri sendiri lebih dulu.
Alternatifnya jika ingin menyalurkan pahala kepada orang tua yang sudah meninggal, maka cukup menyertakan nama mereka bersama saat melafalkan niat kurban. Namun perlu diingat bahwa menyertakan nama ini hanya boleh dilakukan jika hewan yang disembelih bukan kambing, melainkan sapi, unta, dan lain-lain.
Jika tujuannya ingin bersedekah dan menanam amal jariyah untuk orang tua, maka banyak amal lain yang bisa dilaksanakan. Misalnya membangun pesantren, masjid, hingga menyumbangkan Al-Qur’an atas nama orang tua. ***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Inspirasi Masakan Idul Adha 2025, 6 Olahan Daging Kurban Lezat dari Berbagai Daerah di Indonesia dan Luar Negeri
Pasar Kurban Jember Lesu Menjelang Idul Adha 2025! Harga Turun, Pengiriman Hewan Ternak Terhambat Wabah PMK
Trik Olah Daging Jadi Empuk dan Tidak Lagi Ada Bau Prengus, Pas untuk Memperingati Hari Raya Idul Adha Tahun 2025
Cara Sehat Memasak Daging Kurban Menjelang Idul Adha, Tetap Enak Tanpa Kehilangan Nutrisi
Kapan Batas Waktu Pembagian Daging Kurban Idul Adha? Buya Yahya Ingatkan Panitia Penyembelihan Hewan Soal Syariat Ini