Kamis, 4 Juni 2026

Bolehkah Kurban untuk Orang Tua yang Telah Meninggal? Ini Penjelasan Lengkap dari Buya Yahya tentang Hukumnya dalam Islam

Photo Author
Dinzha Fairrana Atsir, Sketsa Nusantara
- Senin, 2 Juni 2025 | 20:30 WIB
Ilustrasi, Buya Yahya beri penjelasan soal hukum berkurban atas nama orang tua yang sudah meninggal. ( Freepik/freepik)
Ilustrasi, Buya Yahya beri penjelasan soal hukum berkurban atas nama orang tua yang sudah meninggal. ( Freepik/freepik)

 

SketsaNusantara.id - Menjelang Idul Adha 1446 H, banyak pertanyaan seputar kurban berseliweran di antara masyarakat.

Entah itu mengenai syarat sah kurban, kondisi daging yang baik, hingga tentang hukum melaksanakan kurban untuk orang tua yang sudah tiada.

Memang banyak yang berkurban atas nama orang tua untuk menunjukkan bakti dan cintanya. Namun ketika orang tua sudah wafat, banyak yang dilema jika kurban ini tetap sah atau tidak.

Baca Juga: Bolehkah Tidak Jumatan Kalau Sholat Idul Adha Bertepatan di Hari Jumat? Buya Yahya Bahas 4 Perbedaan Ini

Lewat tulisan ini, SketsaNusantara.id akan mengupas hukum berkurban untuk orang tua yang sudah meninggal, dikutip dari Buya Yahya dalam kanal YouTube Al-Bahjah TV yang diunggah pada tanggal 29 April 2025.

Pada dasarnya, kurban dilakukan untuk diri sendiri. Ketika kurban dilaksanakan atas nama orang lain, di sinilah muncul perbedaan pendapat di antara para ulama.

Sebagian sepakat bahwa berkurban untuk orang tua yang sudah meninggal itu boleh, baik jika ada wasiat yang ditinggalkan maupun tidak.

Baca Juga: Jangan Langsung Berangkat! Lakukan 6 Sunnah Ini Sebelum Shalat Idul Adha, Nomor Terakhir Sering Banyak Dilewatkan

Wasiat yang dimaksud yaitu apabila orang tua berpesan untuk berkurban atas namanya setelah meninggal. Sebagai anak, otomatis kita wajib memikul tanggung jawab untuk memenuhinya.

Jika orang tua tidak berwasiat, maka sebetulnya kurban tersebut tidak perlu dilakukan. Mengenai hukumnya, para ulama punya opini masing-masing soal ini.

Sebagian mengatakan kurban tersebut tidak sah. Sebagian lagi membolehkan dan menyampaikan bahwa pahala pun akan ikut tersalurkan kepada almarhum/almarhumah.

Akan tetapi, tetap saja yang harus diutamakan adalah berkurban untuk diri sendiri dulu.

“Akan tapi mana yang lebih utama? Tentunya Anda berkurban untuk orang tua Anda di saat Anda juga berkurban untuk Anda,” ungkap Buya Yahya dalam rekaman ceramahnya.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: Youtube Al Bahjah TV

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X