Minggu, 19 Juli 2026

Hati-Hati! Bolehkah Posting Foto di Medsos saat Ibadah Haji? Beginilah Nasihat Buya Yahya agar Lebih Bijak Bermedsos

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Senin, 26 Mei 2025 | 18:49 WIB
Apa hukum posting foto di medsos saat ibadah haji? (Pexels/Şevval Pirinççi)
Apa hukum posting foto di medsos saat ibadah haji? (Pexels/Şevval Pirinççi)

SketsaNusantara.id - Dalam era digital saat ini, media sosial menjadi ruang berbagi pengalaman, termasuk saat menjalankan ibadah haji.

Tak sedikit jemaah yang mengabadikan momen-momen spiritualnya lalu membagikannya di platform seperti Instagram, TikTok, Facebook, atau WhatsApp.

Namun muncul pertanyaan penting: bolehkah posting foto saat ibadah haji?

Baca Juga: Bolehkah Daging Kurban Idul Adha Diberikan Kepada Non Muslim? Buya Yahya Ungkap Poin Ajaran Ini: Islam Tidak Mengajari...

Pertanyaan ini pun dijawab langsung oleh Buya Yahya, salah satu ulama dan dai terkemuka di Indonesia, yang memberikan penjelasan menyejukkan namun tegas.

“Mosting diri. Mungkin saya sebagai seorang laki-laki, ataupun seorang wanita mosting fotonya untuk diberikan kepada keluarga yang di rumah, anak-anaknya dan sebagainya adalah sah-sah saja. Kalau untuk adiknya, anaknya; 'ummi saya pengen ummi lagi di mana.' Masak nggak boleh?” ujar Buya Yahya, dikutip SketsaNusantara.id dari video kanal Youtube Al Bahjah TV.

Baca Juga: Niat Kurban Idul Adha dan Aqiqah Bolehkah Digabung? Buya Yahya Sebut Perbandingan Pahala Sunnah: Segeralah...

Menurut Buya Yahya, inti dari hukum membagikan foto saat sedang beribadah haji bukan pada tindakannya semata, tetapi pada niat dan tujuan di baliknya.

Jika tujuannya untuk kebaikan, seperti memberi kabar kepada keluarga atau menyebarkan semangat beribadah, tidak ada masalah.

Pamer atau Kebaikan?

Lebih lanjut, Buya Yahya menekankan bahwa persoalan bukan pada "posting" itu sendiri, tetapi pada niat hati dan untuk siapa konten itu ditujukan.

Baca Juga: Sunnah Tidur dalam Kondisi Gelap: Penjelasan Buya Yahya dan Dokter dalam Perspektif Islam serta Medis

“Tujuannya untuk kemuliaan, untuk kebaikan. Sah-sah saja. Kecuali pamer kecantikan untuk diumbar di media sosial dan sebagainya. Kan jadi punya masalah lain, bukan masalah postingan,” terang Buya.

Jika niatnya adalah untuk pamer, seperti menunjukkan kecantikan atau kemewahan dalam beribadah, maka hal itu bisa berpotensi menimbulkan riya’ atau bahkan membuat orang lain merasa iri. Inilah yang menurut Buya menjadi inti persoalan.

“Postingan adalah biasa. Tinggal digunakan untuk apa. Tujuannya untuk apa? Itu saja,” lanjutnya.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: Youtube Al Bahjah TV

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X