Dalam konteks ini, Buya tidak melarang secara mutlak aktivitas berbagi di media sosial selama tidak keluar dari batasan kesopanan dan tujuan mulia. Ia justru mengajak umat Islam untuk lebih bijak dalam bermedia sosial, apalagi saat berada di tanah suci.
Bijak Bermedia Sosial saat Ibadah
Nasihat Buya Yahya menjadi pengingat penting di era digital, terutama bagi jemaah haji Indonesia yang cukup aktif di media sosial.
Membagikan foto atau video saat menunaikan ibadah memang bisa menjadi bentuk syiar. Namun ketika niat bergeser ke arah pencitraan atau pamer, maka nilai ibadah itu sendiri bisa tercemar.
Dengan demikian, setiap jemaah diharapkan berhati-hati dalam menyampaikan pesan secara visual, menimbang apakah kontennya memberi manfaat atau justru membuka celah ujub dan riya.
Posting foto saat ibadah haji bukan hal yang dilarang, selama tidak bertentangan dengan nilai kesederhanaan dan niat yang lurus. Seperti yang disampaikan Buya Yahya, gunakan media sosial untuk menyebarkan kebaikan, bukan untuk ajang pamer.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Sholat Tahajud dan Puasa Panjang Masih 'Kalah'? Inilah Ganjaran Hebat di Balik Musibah Menurut Buya Yahya
Tak Bisa Cium Hajar Aswad saat Haji atau Umroh karena Salah Niat? Buya Yahya: Banyak Orang Berdusta tentang...
Amalan Sunnah dengan Ganjarannya Setara Pahala Haji dan Umroh, Buya Yahya: Menurut Jumhur Ulama
Benarkah Menoleh Tidak Membatalkan Sholat? Buya Yahya Peringatkan Hal Penting: 'Jangan Mentang-Mentang...'
Usia Berapa Anak Mulai Dilatih Menutup Aurat? Buya Yahya: Orang Tua Wajib Mengajari