Ustadz Abdul Somad pun mencontohkan bacaan niat tersebut dalam bahasa Indonesia.
“Saya besok niat puasa qadha mengganti yang kemarin lillahi ta’ala,” tuturnya lagi.
Kendati qadha puasa Ramadhan bisa ditunaikan sekaligus dengan puasa sunnah Syawal, namun Majelis Ulama Indonesia berpendapat pahala yang didapat akan berbeda.
Dikutip dari laman MUI yang merupakan kesimpulan pendapat sejumlah ulama dalam beberapa kitab, bahwa boleh-boleh saja menggabungkan niat qadha puasa dan sunnah Syawal berbarengan.
Akan tetapi bila ingin mendapatkan pahala sempurna dari puasa Syawal maka sebaiknya dahulukan qadha puasa Ramadhan.
Baru setelah itu menunaikan puasa sunnah Syawal sebanyak 6 hari.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Iseng Incip Sedikit karena Takut Masakan Mengecewakan, Ini Penjelasan Ustadz Adi Hidayat Tentang Hukum Mencicipi Makanan Saat Puasa Ramadhan
Menjelang Berbuka Puasa Ramadhan, Jalanan Lingkar Kampus UNEJ Padat akibat War Takjil
Hukum Sikat Gigi saat Puasa Ramadhan: Makruh atau Membatalkan? Ini Penjelasannya
Jangan Sampai Batal! Inilah 10 Hal yang Wajib Dihindari saat Puasa Ramadhan 2025
Jangan Sampai Keliru, Buka Puasa atau Sholat Maghrib Dulu? Inilah Jawaban Sesuai Ajaran Rasulullah SAW
Pahala Orang yang Mentraktir Buka Puasa, Ternyata Sama Besarnya dengan Ganjaran Berpuasa?
Makin Malas Tarawih di Akhir Ramadhan? Jangan Patah Semangat karena Ada Banyak Keutamaan Ibadah Khusus di Bulan Puasa ini
Kata Puasa Bukan dari Bahasa Arab? Sejarah dan Asal-usul Kata Puasa, Ada Ratusan Tahun Sebelum Islam