Minggu, 19 Juli 2026

Kata Puasa Bukan dari Bahasa Arab? Sejarah dan Asal-usul Kata Puasa, Ada Ratusan Tahun Sebelum Islam

Photo Author
Endang Hartatik, Sketsa Nusantara
- Jumat, 28 Maret 2025 | 19:30 WIB
Ilustrasi puasa dalam islam (Pixabay Mohamed_hassan )
Ilustrasi puasa dalam islam (Pixabay Mohamed_hassan )

 

SketsaNusantara.id - Istilah kata puasa dalam Islam yang saat ini kita jalankan mungkin kita ketahui sebagai sebuah istilah yang sudah ada dalam agama Islam sejak dulu kala.

Namun, ubah pikiran itu, karena ternyata istilah puasa bukanlah berasal dari bahasa Arab seperti yang kita kira. 

Dan mengejutkannya lagi, kata puasa berasal dari bahasa Sansekerta yang merupakan istilah Hindu yakni berasal dari kata 'upawasa'.

Baca Juga: Makin Malas Tarawih di Akhir Ramadhan? Jangan Patah Semangat karena Ada Banyak Keutamaan Ibadah Khusus di Bulan Puasa ini

Istilah 'Upawasa' berasal dari bahasa Sanskerta, yang merupakan akar dari banyak bahasa di India dan memiliki pengaruh besar pada bahasa Indonesia. 

Dilansir SketsaNusantara.id dari laman NU Online, kata puasa berasal dari kata 'Upawasa' yang terdiri dari dua kata Sanskerta yakni 'upa' dan 'wasa'.

Dimana Upa yang berarti dekat dan Wasa yang berarti tinggal atau berdiam, maka secara harfiah, 'Upawasa' berarti 'tinggal dekat' atau 'berdiam dekat'.

Baca Juga: Resmi Mualaf di Hari ke-23 Bulan Ramadhan, Steven Wongso Sudah Belajar Puasa? Konten Bersama Ibunda Jadi Sorotan

Dimana dalam konteks keagamaan, ini sering diartikan sebagai mendekatkan diri kepada Tuhan atau berdiam diri dalam keadaan suci.

Upawasa sendiri merupakan Istilah yang sering digunakan dalam agama Hindu dan Buddha.

Istilah Upawasa ditemukan dalam beberapa kitab suci Hindu yakni Kitab Agni Purana dimana dalam kitab ini upawasa diartikan sebagai "kembali suci".

Baca Juga: Ustadz Felix Siauw Ungkap Perjalanan Steven Wongso hingga Jadi Mualaf, Ternyata Diam-Diam Udah Rajin Belajar Ngaji hingga Puasa Sejak 2024

Demikian pula dalam Kitab Weda ditemukan istilah Upavasatha yang menjadi asal kata "Upawasa".

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: NU Online

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X