SketsaNusantara.id - Bagi sebagian orang yang tak paham, mungkin istilah surga dan neraka dikira berasal dari bahasa Arab.
Namun tahukah anda bahwa surga bukan berasal dari bahasa Arab namun merupakan istilah serapan dari bahasa sansekerta?
Dilansir SketsaNusantara.id dari kanal laman wisdomlib.org, istilah "surga" dan "neraka" memang memiliki akar bahasa Sanskerta.
Namun kini penggunaannya telah meluas dan diadaptasi dalam berbagai bahasa dan agama, termasuk dalam konteks agama Islam di Indonesia.
Istilah surga berasal dari kata Sansekerta 'svarga' yang berarti tempat yang baik" atau "tempat kebahagiaan".
Dalam konteks agama Hindu dan Buddha, 'svarga' merujuk pada alam surga atau tempat tinggal para dewa.
Baca Juga: Khutbah Jumat NU 28 Maret 2025: Selamat Tinggal Ramadhan 1446 H
Sedangkan dalam bahasa Indonesia, istilah "surga" digunakan untuk merujuk pada tempat kebahagiaan abadi setelah kematian, terutama dalam konteks agama Islam.
Sedangkan kata 'neraka' juga berasal dari kata Sanskerta "naraka" yang berarti tempat siksaan atau alam bawah.
Dalam agama Hindu dan Buddha, "naraka" adalah alam siksaan bagi jiwa-jiwa yang melakukan kejahatan selama hidup.
Baca Juga: Bolehkah Zakat Fitrah dengan Jagung atau Sagu? Berikut ini Hukum dan Dalil Menurut Ulama
Sedangkan dalam bahasa Indonesia, istilah "neraka" digunakan untuk merujuk pada tempat siksaan setelah kematian, terutama dalam konteks agama Islam.
Sedangkan dalam dalam bahasa Arab, surga disebut dengan istilah Jannah , yang berarti taman atau kebun, sementara itu, neraka disebut dengan istilah Nar yang berarti api.
Artikel Terkait
Jangan Cemas dan Gelisah! Ini 6 Kunci Ketenangan Hati dari Habib Umar bin Hafidz
Amalan Dzikir dari Mbah Moen agar Digandeng Rasulullah ke Surga: Ijazah dari Kyai Maimoen Zubair ini Patut Diamalkan
Rahasia Amalan Wirid dari Abah Guru Sekumpul, Baca 100 Kali agar Jadi Orang yang Berwibawa dan Disegani
Orang Tua Cerai, Siapa yang Bayar Zakat Fitrah Anak, Ibu atau Ayah? Ustadz Fahmi Assegaf Jelaskan Aturannya dalam Islam
Siapa yang Bayar Zakat Fitrah Cipung? Begini Hukum Zakat Bagi Anak Kecil yang Punya Harta Sendiri Menurut Buya Yahya
Hati-Hati, Zakat Fitrah Menjadi Tidak Sah jika Dibayarkan pada Waktu ini