SketsaNusantara.id – Jombang merupakan Historical lanscape, kota kecil yang tepat di jantung Provinsi Jawa timur ini memiliki kisah dan sejarah yang terhampar di bumi kelahiran Gus Dur.
Komunitas Pelestari Sejarah (Kompas) Jombang menggelar acara diskusi dan bedah buku bertajuk "Fragmen Sejarah Jombang" di Graha Besut Dinas Kominfo Kabupaten Jombang, Rabu 4 Desember.
Acara ini bertujuan untuk menggali lebih dalam mengenai peran Jombang dalam sejarah Indonesia dan memperkenalkan karya buku yang mengupas tentang warisan sejarah kota tersebut.
Dihadiri oleh berbagai kalangan, acara ini menjadi wadah penting bagi masyarakat untuk memahami lebih dalam tentang sejarah lokal.
Pemateri dalam diskusi ini adalah sejumlah narasumber yang mempunyai komptensi dan ketertarikan di bidang sejarah.
Di antaranya Dian Sukarno, Alfian Widi Santoso, Nona Nur Madina, M. Faisol, Dimas Bagus Aditya, M. Fathoni Mahsun, dan Binhad Nurrohmat.
Baca Juga: Tangani Pelanggaran Pilkada, Bawaslu Jombang Dinilai Tidak Serius
Mereka membahas berbagai hal. Diantaranya: Menelusuri Jejak Lima Kadipaten di Jombang hingga Perjanjian Giyanti, Yang Dikenalkan dan Dikenang: Sejarah Fasilitas Kesehatan di Jombang 1910-1942, Kantor Kejaksaan (Kejari) Jombang.
Mereka membahas tentang Sejarah Transportasi di Jombang, Jombang Sebagai Kota Gula Dalam Kacamata Kolonial, Markas Kesatuan Bersenjata Masa Revolusi di Jombang Sekitar Tahun 1945-1949, dan Titik Nol Soekarno di Ploso Jombang.
Materi pembahasan tersebut merupakan judul buku yang penulisnya orang Jombang. Dengan latar belakang yang beragam, setiap pemateri memberikan perspektif yang kaya dan beragam tentang fragmen-fragmen sejarah yang ada di Jombang.
Baca Juga: Lantik Iman Saputro Sebagai KDAW Barongsawahan, Pj Bupati Jombang Berpesan Jalankan 4 Pedoman Ini
Yang menjadi perhatian peserta bedah buku salah satunya saat pembahasan kelahiran Proklamator sekaligus Presiden RI Pertama, Soekarno.
“Soekarno lahir di Jombang,” tegas budayawan sekaligus sastrawan Binhad Nurrohmat di depan peserta bedah buku.