Sambil menunjukkan dokumen berupa foto dan tulisan, Binhat berkata, ayah Soekarno, Soekemi pernah menghuni rumah di Kecamatan Ploso pada tahun 1901 – 1902.
Baca Juga: Petani Jombang Terbantu Adanya Layanan Informasi Debit dan Pengaturan Pembagian Air Irigasi
“Yang menulis Bung Karno lahir di Surabaya tahun 1901 itu ngarang,” ujar pria yang dikenal sebagai sastrawan kuburan ini.
“Kenapa ditulis di Surabaya? Agar Soekarno terframing memiliki pergaulan elite,” sambungnya.
Acara ini juga dihadiri oleh berbagai komunitas yang memiliki perhatian terhadap sejarah dan kebudayaan lokal. Diantaranya adalah guru-guru Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sejarah, Komunitas Mojag, Jfest Japanan, KTA, dan KSI.
Baca Juga: Jalan Kaki 15 Km, Banser se-Kabupaten Jombang Kirab Bendera Merah Putih Berukuran 300 Meter
Kehadiran berbagai komunitas ini menunjukkan antusiasme tinggi masyarakat Jombang terhadap upaya pelestarian sejarah dan pengetahuan tentang masa lalu kota mereka.
Diskusi ini menjadi sarana untuk mempererat kolaborasi antar-komunitas yang memiliki visi serupa dalam menjaga dan melestarikan sejarah lokal.
Dalam diskusi tersebut, para pemateri tidak hanya membahas isi buku, tetapi juga mengajak peserta untuk lebih kritis dalam memandang sejarah.
Baca Juga: Percepat Tangani Jalan Rusak, Dinas PUPR Jombang Berinovasi Produksi Aspal Coldmix
Mereka menekankan pentingnya menggali sejarah dari berbagai sudut pandang, baik yang bersifat lokal maupun nasional, guna mendapatkan pemahaman yang lebih menyeluruh.
Salah satu topik yang mencuri perhatian adalah mengenai peran Jombang dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia yang seringkali terlupakan dalam narasi sejarah besar.
Acara ini diakhiri dengan sesi tanya jawab. Diskusi ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi masyarakat Jombang untuk lebih menghargai dan melestarikan sejarah mereka. Selain itu, dapat membangun kesadaran akan pentingnya pengetahuan sejarah dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: Dari Halaqah Haul 1 Tahun Cak Anam, Pertanyakan Masuknya Wahabi di Struktur Pengurus PCNU Jombang
Kompas Jombang berkomitmen untuk terus mengadakan acara serupa guna memperkuat pemahaman sejarah di kalangan generasi muda dan masyarakat luas.***
Artikel Terkait
Jelang Tahap Kampanye, Bawaslu Jombang Gembleng Panwascam Dalam Penanganan Pelanggaran Pilkada
Pilkada 2024, KPU Kabupaten Jombang Butuh 13.594 Anggota KPPS
Dibangun pada Abad Ke-14, Inilah Candi Rimbi di Jombang Dibangun untuk Menghormati Tribhuwana Tunggadewi
Relief Unik Candi Rimbi di Jombang Ini Konon Gambarkan Tempat Pendermaan Ratu Majapahit, Ternyata Begini Kondisinya Sekarang...
Hanya Dimanfaatkan Dukungan, Ketua PBB Jombang Sebut Ketua Tim Pemenangan Mundjidah-Sumrambah Politisi tidak Konsisten
Bawa Contekan Saat Debat Pertama, Warga Jombang Inginkan Hal Ini Tak Terulang di Debat Berikutnya
Peringati Hari Santri Nasional, Ponpes Salafiyah Syafi’iyah Seblak Jombang Gelar Olimpiade Shorof