SketsaNusantara.id – Debat pertama Cabup-Cawabup Kabupaten Jombang pada pilkada 2024 mendapat perhatian serius masyarakat Jombang.
Perhatian itu mengarah pada jawaban yang terkesan tidak nyambung atas pertanyaan yang dilontarkan oleh panelis. Tak hanya itu, masing-masing paslon ternyata membawa catatan selama jalannya debat.
“Masih belum sesuai harapan dan perlu dilakukan perbaikan, agar sesi debat berikutnya kualitasnya lebih baik. Salah satunya banyak jawaban yang tidak nyambung dengan pertanyaan panelis,” ujar dosen pasca sarjana Universitas 17 Agustus Surabaya yang juga warga Jombang Sholikin Ruslie kepada SketsaNusantara.id, Minggu 20 Oktober 2024.
Ia mengamati, Paslon sibuk mencari contekannya. Sehingga, sambungnya, ketika menjawab, jawabannya tidak nyambung karena tidak menyimak pertanyaan dengan baik.
Pada debat pertama yang diselenggarakan KPU Kabupaten Jombang tema yang dibahas berkaitan dengan pendidikan, peningkatan kualitas ekomoni, dan pembangunan.
Sholikin mencontohkan pertanyaan bagaimana upaya meningkatkan mutu pesantren kecil. Menurutnya, jawaban kedua paslon masih kurang nyambung.
Baca Juga: MENYALA! Prabowo Gibran Jadi Presiden dan Wakil Presiden 'Terunik' di Indonesia, Sudah Tahu?
“Paslon 01 sebagai incumbent lebih banyak terjebak pada program kerja yang telah dilaksanakan. Tapi kedepannya akan seperti apa, belum dieksplore secara optimal,” kata dia.
Sementara, Paslon 02 justru jawabannya akan memberikan bantuan.
“Tapi tidak menjelaskan bagaimana dengan postur APBD dan menafikkan apa yang sudah dilakukan oleh Paslon 01 selama ini,” sebut mantan legislator Kabupaten Jombang ini.
Sholikin juga membeberkan jawaban yang tidak nyambung lainnya. Misalnya pertanyaan tentang bagaimana mengatasi kekerasaan seksual terhadap anak. Jawaban yang disampaikan paslon dengan meningkatkan pendapatan atau gaji guru.
“Jika jawabnya begitu, maka menurut teori mafhum muwafaqoh. Berarti kekerasan seksual ada pada sekolah yang lebih spesifik dikarenakan gaji guru rendah. Saya pikir jawaban ini jika dianggap nyambung perlu dijelaskan lebih lanjut,” terangnya.
Artikel Terkait
Tak Hadiri Deklarasi Damai bersama KPU Jember, Tim Pemenangan Gus Fawait-Djos Tengarai Ada Keberpihakan
Gelar Agenda Deklarasi Damai, Ini Jawaban KPU Jember saat Hanya Ada Satu Paslon yang Hadir
Adanya Indikasi Ketidaknetralan Penyelenggara, PC PMII Jember Ingatkan KPU Jaga Integritas dan Dorong Bawaslu Perkuat Pengawasan Jelang Pilkada
Gus Fawait-Djoko Susanto Tak Hadiri Acara Deklarasi Damai, DPC Demokrat Jember Soroti Ketidaktegasan KPU
Bawaslu RI Putuskan Lora Gopong Tetap Jadi Caleg Terpilih Dapil Jember-Lumajang, Politisi PKB Minta KPU RI Segera Laksanakan Putusan
KPU Kota Batu Rilis Syarat Pindah Pilih untuk Pilkada Serentak 2024