Minggu, 19 Juli 2026

Bawa Contekan Saat Debat Pertama, Warga Jombang Inginkan Hal Ini Tak Terulang di Debat Berikutnya

Photo Author
As'ad Choirudin, Sketsa Nusantara
- Minggu, 20 Oktober 2024 | 18:52 WIB
Kedua Paslon Pilkada Jombang 2024 saat mengikuti jalannya debat publik pertama yang diselenggarakan KPU setempat. (SketsaNusantara.id/Asad Choirudin)
Kedua Paslon Pilkada Jombang 2024 saat mengikuti jalannya debat publik pertama yang diselenggarakan KPU setempat. (SketsaNusantara.id/Asad Choirudin)

SketsaNusantara.idDebat pertama Cabup-Cawabup Kabupaten Jombang pada pilkada 2024 mendapat perhatian serius masyarakat Jombang.

Perhatian itu mengarah pada jawaban yang terkesan tidak nyambung atas pertanyaan yang dilontarkan oleh panelis. Tak hanya itu, masing-masing paslon ternyata membawa catatan selama jalannya debat.

“Masih belum sesuai harapan dan perlu dilakukan perbaikan, agar sesi debat berikutnya kualitasnya lebih baik. Salah satunya banyak jawaban yang tidak nyambung dengan pertanyaan panelis,” ujar dosen pasca sarjana Universitas 17 Agustus Surabaya yang juga warga Jombang Sholikin Ruslie kepada SketsaNusantara.id, Minggu 20 Oktober 2024.

Baca Juga: Prabowo Subianto Serukan Reformasi Sistem dalam Pidato Perdananya, Tegaskan Pemberantasan Korupsi Dimulai dengan Teladan

Ia mengamati, Paslon sibuk mencari contekannya. Sehingga, sambungnya, ketika menjawab, jawabannya tidak nyambung karena tidak menyimak pertanyaan dengan baik.

Pada debat pertama yang diselenggarakan KPU Kabupaten Jombang tema yang dibahas berkaitan dengan pendidikan, peningkatan kualitas ekomoni, dan pembangunan.

Sholikin mencontohkan pertanyaan bagaimana upaya meningkatkan mutu pesantren kecil. Menurutnya, jawaban kedua paslon masih kurang nyambung.

Baca Juga: MENYALA! Prabowo Gibran Jadi Presiden dan Wakil Presiden 'Terunik' di Indonesia, Sudah Tahu?

“Paslon 01 sebagai incumbent lebih banyak terjebak pada program kerja yang telah dilaksanakan. Tapi kedepannya akan seperti apa, belum dieksplore secara optimal,” kata dia.

Sementara, Paslon 02 justru jawabannya akan memberikan bantuan.

“Tapi tidak menjelaskan bagaimana dengan postur APBD dan menafikkan apa yang sudah dilakukan oleh Paslon 01 selama ini,” sebut mantan legislator Kabupaten Jombang ini.

Baca Juga: Kedekatannya Jadi Sorotan, Inilah Perbedaan Nasib Prabowo Subianto dan Xanana Gusmao yang Sempat Bersitegang di Masa Orde Baru

Sholikin juga membeberkan jawaban yang tidak nyambung lainnya. Misalnya pertanyaan tentang bagaimana mengatasi kekerasaan seksual terhadap anak. Jawaban yang disampaikan paslon dengan meningkatkan pendapatan atau gaji guru.

“Jika jawabnya begitu, maka menurut teori mafhum muwafaqoh. Berarti kekerasan seksual ada pada sekolah yang lebih spesifik dikarenakan gaji guru rendah. Saya pikir jawaban ini jika dianggap nyambung perlu dijelaskan lebih lanjut,” terangnya.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X