Minggu, 19 Juli 2026

Dari Halaqah Haul 1 Tahun Cak Anam, Pertanyakan Masuknya Wahabi di Struktur Pengurus PCNU Jombang

Photo Author
As'ad Choirudin, Sketsa Nusantara
- Senin, 21 Oktober 2024 | 18:50 WIB
Salah satu peserta halaqah menyampaikan pertanyaan yang ditujukan kepada sejarahwan NU KH Abdul Mun’im DZ (tengah), pembicara halaqah haul 1 tahun Cak Anam. (SketsaNusantara.id/Asad Choirudin)
Salah satu peserta halaqah menyampaikan pertanyaan yang ditujukan kepada sejarahwan NU KH Abdul Mun’im DZ (tengah), pembicara halaqah haul 1 tahun Cak Anam. (SketsaNusantara.id/Asad Choirudin)

SketsaNusantara.id - Keluarga besar almarhum aktivis NU Drs H Choirul Anam (Cak Anam) memperingati haul 1 tahun Cak Anam dengan mengelar HalaqahRevitalisasi Komite Hijaz’ – Bentengi Kota Santri dari Radikalisme atas Nama Agama.

Acara sederhana tersebut berlangsung di Rumah Gedhe almarhum Cak Anam, Jogoroto, Jombang, Minggu 20 Oktober 2024.

Meski sederhana, namun tema halaqah itu mendapat perhatian dua orang pegiat sosial dari kota santri, yakni M Faizuddin dan Hartono.

Baca Juga: Raih Dua Penghargaan di The Asian Post Awards 2024, BRI Catatkan Setoran Dividen Terbesar ke Negara

“Saya tertarik sub judul halaqah, bentengi kota santri dari radikalisme atas nama agama. Jangan anggap enteng, Pak. Saya melihat sendiri ada benih-benih Wahabi di Jombang. Ironisnya, kami melihat mereka terekrut dalam kepengurusan PCNU. Apakah ini strategi, atau memang kita kecolongan,” tegas pria yang akrab disapa Faiz ini.

Senada juga disampaikan Hartono. Warga NU ini mencermati perkembangan Wahabi di Kota Santri.

“Saya khawatir ini bagian dari kecerobohan. Janganlah dianggap punya duit, lalu direkrut menjadi pengurus. Seakan-akan orang yang tidak berduit tidak boleh ikut mengurusi NU,” tegasnya.

Baca Juga: Viral! Cuitan Soal 5 Nama yang Telah Dipanggil Prabowo Subianto ke Kertanegara Namun Tak Masuk dalam Jajaran Kementrian di Kabinet Merah Putih

Berdasarkan interaksinya dengan sejumlah ormas, warga nahdliyin di Jombang saat ini merasakan kejanggalan. Yakni masuknya tokoh yang diduga bagian dari jeringan Wahabi tetapi menjadi pengurus PCNU Jombang.

“Saya mendengar beberapa kali diundang juga tidak hadir. Apakah kita sedang kepincut dengan duit mereka, atau karena jerih payah yang lain,” tegasnya.

Kedua penanya ini minta agar KH Abdul Mun’im DZ selaku sejarahwan NU memberikan rambu-rambu khusus.

Baca Juga: Istri Tercinta Harvey Moeis Kembali Jadi Saksi Sidang Dugaan Korupsi Timah, Sandra Dewi: Saya Selalu Datang...

Terutama bagi PCNU Jombang yang notabene merupakan daerah muassis, pendiri NU.

“Saya ingin ada gambaran jelas, bagaimana, sistem rekrutmen kepengurusan? Apakah penting memasukkan tokoh Wahabi, apalagi ini jantung NU,” tegas Faiz.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X