Alasan Natalius Pigai tersebut pun menuai kontrovesi dari netizen.
Beberapa di antaranya menyinggung soal aksi Kamisan dan Tragedi 98 yang merupakan pelanggaran HAM berat.
“Kami melihat yang lebih urgen (Dan seharusnya tidak perlu anggaran yang besar, tapi niat yang besar) adalah percepatan penanganan pelanggaran HAM yang belum terselesaikan sejak 1998, contoh Aksi Kamisan,” komentar akun X @G**********n.
“Bongkar dulu pelanggaran HAM 1998,” tulis @r*********4.
“Minimal hadir di aksi kamisan sekali dah, baru omon-omon begini,” tulis @d********u.
Sementara itu, terkait permintaan Natalius Pigai tersebut, Prabowo Subianto maupun Menteri Keuangan belum memberikan pernyataan lebih lanjut.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!