Alasan Natalius Pigai tersebut pun menuai kontrovesi dari netizen.
Beberapa di antaranya menyinggung soal aksi Kamisan dan Tragedi 98 yang merupakan pelanggaran HAM berat.
“Kami melihat yang lebih urgen (Dan seharusnya tidak perlu anggaran yang besar, tapi niat yang besar) adalah percepatan penanganan pelanggaran HAM yang belum terselesaikan sejak 1998, contoh Aksi Kamisan,” komentar akun X @G**********n.
“Bongkar dulu pelanggaran HAM 1998,” tulis @r*********4.
“Minimal hadir di aksi kamisan sekali dah, baru omon-omon begini,” tulis @d********u.
Sementara itu, terkait permintaan Natalius Pigai tersebut, Prabowo Subianto maupun Menteri Keuangan belum memberikan pernyataan lebih lanjut.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Profil Pengganti Yasonna Laoly, Supratman Andi Agtas, Menteri Hukum dan HAM yang Baru dari Partai Gerindra
Menolak Lupa! 4 Fakta Menarik Sipon Istri Wiji Thukul, Aktivis yang Kerap Menyerukan Kasus Pelanggaran HAM Berat di Indonesia
Ada Apa 7 September? Generasi Muda Wajib Tahu tentang Kematian Munir yang Ditetapkan sebagai Hari Perlindungan Pembela HAM
Karir Politik dan Harta Kekayaan Budi Arie Setiadi Menteri Koperasi di Jajaran Kabinet Merah Putih, Aktif dalam Gerakan Mahasiswa!
Siapa Menteri Desa yang Baru? Profil Yandri Susanto, SuamiĀ Calon Bupati Serang yang Punya Harta Rp20 Miliar
Klarifikasi Menteri Desa Yandri Susanto Usai Surat Berstempel Kemendes Viral: Terima Kasih Pak Mahfud
Perjalanan Karier Yusril Ihza Mahendra yang Menjadi Menko Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan
Minta Anggaran 20 T, Menteri HAM Natalius Pigai Disentil Dino Patti Djalal: Tidak Mungkin Dikabulkan Presiden Prabowo