SketsaNusantara.id - Tanggal 7 September 2024, Munir Said Thalib, seorang aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) dibunuh dengan racun saat naik pesawat.
Peristiwa yang merenggut nyawa bapak 2 anak itu terjadi saat ia naik pesawat Garuda Indonesia dari Jakarta menuju Amsterdam, Belanda.
Penerbangannya ke Belanda dalam rangka menempuh pendidikan pascasarjana.
Lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta pada 6 September 2004, pesawat yang ditumpanginya sempat transit di Singapura.
Tiga jam berselang setelah transit, Munir beberapa kali mengeluhkan sakit dan bolak-balik ke toilet.
Ia menghembuskan napas terakhir di udara setinggi 40.000 kaki dari tanah Rumania, Eropa.
Jenazahnya diotopsi oleh Pemerintah Belanda, dan 2 bulan kemudian dirilis hasil uji forensik bahwa ada racun arsenik dengan dosis fatal di tubuh Munir.
Dua puluh tahun berlalu, tetapi masih tidak ada titik terang siapa dalang di balik pembunuhan sang aktivis.
Tanggal gugurnya Munir pun ditetapkan sebagai Hari Perlindungan Pembela HAM oleh Komisi Hak Asasi Manusia.
Penetapan itu diumumkan dalam konferensi pers Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik pada Selasa 7 September 2021.
Peringatan berdasarkan hari meninggalnya Munir ditetapkan berdasarkan rapat paripurna semua anggota atas dasar pertimbangan keteguhan Munir memperjuangkan HAM dari segala aspek.
Artikel Terkait
Buntut Mengancam Wartawan, Bodyguard Atta Halilintar Dilaporkan Polisi dengan Dakwaan 2 Pasal Sekaligus
Akui Sering Naik Gunung dan Terbiasa Membaca Tanda Alam, Rocky Gerung Akui Biasa Saja Ketika Diserang Silfester Matutina
Pesan Rocky Gerung untuk Panggung Politik Usai Debat dengan Silfester Matutina Ramai: Politik Wilayah Argumen Bukan Sentimen
Terungkap! Inilah Kesederhanaan Paus Fransiskus saat Melanjutkan Perjalanan Kunjungan Apolistiknya ke Papua Nugini
Trending di X, Ridwan Kamil Mendapat Tolakan dari Warga Rawabunga Jatinegara, Netizen: Rakyat Berhak Menolak