Video tersebut sontak jadi viral di media sosial dan warganet ikut kesal dengan sikap ormas Pemuda Pancasila yang arogan dan dinilai semena-mena karena memegang jabatan Kepala Desa.
Hingga saat ini, belum ada keterangan lebih lanjut dari pihak ormas pemuda pancasila terkait permasalahan ini.
Bahkan, warganet mempertanyakan fungsi ormas PP dan menyindir sikap anggotanya yang tidak mencerminkan nilai-nilai Pancasila apalagi terbilang meresahkan masyarakat.
"Kok sebel ya lihat kelakuan orang-orang ini, ngakunya ormas berjiwa pancasila tapi ternyata cuma sekedar nama aja, tindakannya arogan gak sesuai sama tujuannya, malah bikin ribut," komentar salah satu netrizen.
Baca Juga: Tetangga Adalah Maut! Pasutri di Lampung Ini Tewas Setelah Dianiaya Tetangganya Sendiri, Ada Apa?
"Ormas kaya gini dibubarin aja gak sih? kesian banget kelakuannya sangat melecehkan Pancasila, orang-orang arogan kaya gak bisa dibiarkan, mentang-mentang jadi kades sok berkuasa ngusir-ngusir orang seenaknya," imbuh netizen lainnya.
"Serius, ini Kades bisa merangkap jadi anggota ormas fungsinya apa sih? katanya mengayomi dan menjaga ketertiban negara, tapi yang ada malah makin meresahkan warga aja," komentar netizen lainnya.
Sementara itu, Sugiyono mengaku telah mendokumentasikan tindakan ormas pemuda pancasila ini kepada Polres Kebumen.
"Saya kirimkan audio rekamanya ke anggota Intel hingga Kapolres, sampai ke Kasat Reskrim dan Kasat Sabhara polres KEBUMEN, terkait dugaan ini," kata Sugiyono seperti yang dinukil SketsaNusantara.id dari akun Twitter @b3doel___.
"Tapi sampai peristiwa dugaan intimidasi arogansi anggota ormas itu terjadi, belum ada satupun polisi yang datang ke lokasi ataupun menghubungi saya," pungkasnya.***