news

Kritik Pedas Tiyo Ardianto Soroti Mahasiswa Bayaran saat Demo, Singgung Dugaan Keterlibatan Penguasa Dukung Program MBG hingga Pemerintahan Kolonial

Sabtu, 27 Juni 2026 | 07:00 WIB
Potret Tiyo Ardianto, eks Ketua BEM UGM tanggapi soal mahasiswa demo bayaran yang dinilai sebagai kepanikan pemerintah menghadapi gelombang protes di tengah banyaknya kritik program MBG (Instagram/tiyoardianto_)

Tak berhenti sampai di situ, Tiyo juga menyinggung soal pemerintahan kolonial yang menurutnya masih tampak dalam dinamika politik saat ini.

Mahasiswa Program Studi Filsafat UGM angkatan 2021 tersebut menilai situasi sekarang memperlihatkan pola yang menyerupai strategi divide et impera atau politik adu domba yang dahulu diterapkan pemerintah kolonial Belanda.

"Ciri pemerintahan kolonial itu kan divide et impera, mereka senang mengadu domba. Seperti hari ini, kita diadu domba. Mahasiswa versus mahasiswa, rakyat versus rakyat," ujarnya.

"Bagi saya ini potret yang menunjukkan kepanikan para penguasa dalam menghadapi kritik di tengah situasi kritis dengan menerapkan pemerintahan kolonial yang sampai saat ini diwariskan ke pemerintahan nasional," lanjut Tiyo.

Baca Juga: Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Diduga Terima Teror Usai Kritik Program MBG, Soroti Dugaan Mesin Ekonomi Borjuis

Pernyataan Tiyo muncul di tengah ramainya pembahasan mengenai dugaan aksi demonstrasi berbayar yang menjadi sorotan publik dalam beberapa waktu terakhir.

Selain pengakuan Ketua BEM UBK yang mengaku menerima uang usai aksi demonstrasi, media sosial juga sempat dihebohkan dengan beredarnya video peserta aksi yang mendukung program MBG.

Dalam video tersebut, sejumlah peserta, termasuk ibu-ibu, mengaku memperoleh sembako, wajan, hingga uang tunai setelah mengikuti aksi demo mendukung MBG.

Baca Juga: Viral di X, Pengakuan Ibu-ibu Peserta Demo Dukung MBG di Monas, Dapat Wajan Gratis hingga Uang Rp100 Ribu

Meski demikian, tudingan bahwa pemerintah mengondisikan aksi demonstrasi pendukung MBG telah dibantah oleh Badan Komunikasi RI.

Pihaknya menegaskan bahwa pemerintah tidak terlibat dalam mobilisasi massa maupun pengondisian aksi dukungan terhadap program tersebut.

Di tengah silang pendapat yang terus berkembang, polemik mengenai dugaan demonstrasi berbayar masih menjadi perhatian publik dan memunculkan berbagai respons dari beragam kalangan, termasuk aktivis mahasiswa hingga pemerintah.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini 

Halaman:

Tags

Terkini