Sabtu, 27 Juni 2026

Kritik Pedas Tiyo Ardianto Soroti Mahasiswa Bayaran saat Demo, Singgung Dugaan Keterlibatan Penguasa Dukung Program MBG hingga Pemerintahan Kolonial

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 27 Juni 2026 | 07:00 WIB
Potret Tiyo Ardianto, eks Ketua BEM UGM tanggapi soal mahasiswa demo bayaran yang dinilai sebagai kepanikan pemerintah menghadapi gelombang protes di tengah banyaknya kritik program MBG (Instagram/tiyoardianto_)
Potret Tiyo Ardianto, eks Ketua BEM UGM tanggapi soal mahasiswa demo bayaran yang dinilai sebagai kepanikan pemerintah menghadapi gelombang protes di tengah banyaknya kritik program MBG (Instagram/tiyoardianto_)

SketsaNusantara.id – Mantan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, kembali menjadi sorotan usai menanggapi polemik dugaan aksi demonstrasi bayaran yang belakangan ramai diperbincangkan publik.

Isu tersebut mencuat setelah beredar video viral yang menunjukkan bahwa Ketua BEM Universitas Bung Karno (UBK), Muhammad Abdi Maludin, mengaku telah menerima uang usai mengikuti aksi demonstrasi dan bertemu dengan Gibran Rakabuming Raka di Istana Wapres.

Pengakuan itu memicu perdebatan luas mengenai independensi gerakan mahasiswa sekaligus munculnya dugaan adanya mobilisasi massa dalam sejumlah aksi unjuk rasa.

Menanggapi fenomena tersebut, Tiyo mengaku melihat adanya pola yang menarik, terutama setelah mendengar pidato Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya sempat menyatakan bahwa ia mengetahui pihak yang berada di balik aksi demonstrasi berbayar.

Baca Juga: Heboh Pengakuan BEM UBK yang Bertemu Wapres Gibran Pasca Aksi Demo ke Istana Negara Ternyata Dibayar Polisi, Akui Terima Uang Suap hingga Rp20 juta!

Dalam pernyataannya, Tiyo justru melontarkan kritik tajam dengan mengaitkan fenomena tersebut dengan munculnya aksi-aksi tandingan yang memberikan dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sebagaimana diketahui, di tengah gelombang demonstrasi mahasiswa yang mengkritik program MBG karena dinilai membebani anggaran negara, belakangan juga muncul sejumlah aksi yang justru menyuarakan dukungan terhadap program unggulan pemerintah tersebut.

Tiyo juga mengaitkan hal tersebut dengan pernyataan Prabowo Subianto dalam pidato Presiden belakangan ini yang mengetahui siapa yang membayar aksi demo tersebut. 

"Kemarin itu Pak Prabowo pidato, disampaikan bahwa beliau tahu siapa yang bayar-bayar demo. Mungkin beliau tidak hanya tahu, tapi beliaulah bagian yang terlibat untuk membayar demo itu," ujar Tiyo, dikutip SketsaNusantara.id dari tayangan yang diunggah di kanal YouTube Kompas TV, Kamis, 25 Juni 2026.

Menurut Tiyo, fenomena dugaan mobilisasi massa untuk mati-marian mendukung suatu program pemerintah merupakan sesuatu yang tidak lazim.

Baca Juga: Gerah Usai Dituding Terkait dengan Partai Politik, Tiyo Ardianto Justru Pertanyakan Kredibilitas Aliansi BEM Bersatu: Organisasinya Tidak Pernah Ada

Ia menduga ada pihak-pihak yang 'kepanasan' hingga memobilisasi massa untuk menyatakan dukungan terhadap program MBG yang selama ini mendapat sorotan tajam di masyarakat.

"Ini yang paling menarik, ada fenomena orang-orang disewa seperti kasus UBK kemarin, mahasiswa dibayar saat demo. Baru kali ini lho, ada program yang dibela mati-matian seperti MBG, sampai ada mobilisasi massa untuk mendukung program ini," kata Tiyo.

"Saya kira ini sebenarnya ekspresi kepanikan istana di dalam merespons banyak sekali kritikan pada MBG. Dan ini wajah dari pemerintahan yang sebenarnya sangat kolonial," tandasnya.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X